UPP “Bergolak” Jelang Pemilihan Rektor Baru

ROHUL,PoskoNews.com – Universitas Pasir Pengaraian (UPP) menjadi fokus perhatian berbagai pihak dalam beberapa hari terakhir. Hal itu dipicu munculnya gelombang aksi mahasiswa yang menuntut Rektor Felix Feliatra mundur dari jabatannya yang akan habis pada 1 Oktober 2016 besok.

Menurut mahasiswa, aksi demo itu murni koreksi terhadap kepemimpinan Felix yang kurang transfaran terhadap pendanaan UPP plus minimnya berbagai fasilitas penunjang kelancaran aktivitas perkuliahan di kampus kebanggan masyarakat Rokan Hulu itu. “Kami tidak peduli siapa yang terpilih jadi Rektor, bagi kami kampus UPP ini harus ada perbaikan,” kata Alfa aktivis Mahasiswa UPP.

Namun, tidak sedikit juga yang “mencibir” dan mensinyalir, aksi itu ditunggangi kepentingan tertentu untuk melunturkan citra dan karakter sang Rektor. “masak iya, jabatan tinggal beberapa hari lagi di demo habis habisan,” kata sumber seorang Alumni di Akun Media Sosial.

Usut punya usut rupanya, hal itu berkait kelindan (entah benar atau tidak belum terkonfirmasi) dengan majunya kembali sang Profesor Perikanan UNRI itu dalam pemilihan Rektor periode berikutnya.

Hasil verikasi berkas pencalonan Rektor oleh Panitia Pemilhan Rektor UPP beberapa hari lalu telah menetapkan tiga nama sebagai calon rektor Universitas Pasir Pengaraian periode 2016-2020, nama Felix Feliatra masih masuk nominasi.

Ketiga nama calon Rektor itu yakni, Prof.Dr.Ir. Feliatra.DEA, Afrijal, SE,MM.Ak,Ca dan Dr. Adolf Bastian, S.Pd, Mpd.

Menurut Ketua Panitia Pemilihan Rektor UPP priode 2016 – 2020, Zulkifli, sebenarnya ada empat berkas yang di verifikasi panitia, namun, satu berkas tidak memenuhi persyaratan, hanya tigas berkas dan nama itu yang diusulkan.

”Ketiga nama ini akan diusulkan kepada Yayasan Pembangunan Rokan Hulu (YPRH) untuk diputuskan siapa yang berhak menduduki kursi nomor satu UPP menggantikan rektor sebelumnya,” ujar Ketua Panitia Pemilihan Rektor UPP, Zulkifli kepada wartawan.

Disebutkannya, penjaringan sesuai tahapan yang telah ditetapkan, sesuaui SK Senat UPP Nomor 007/SK/UPP/IX/2016. Dimulai dari tahap penyaringan, tahap pemilihan dan penetapan Rektor yang dilakukan oleh Yayasan Pembangunan Rokan Hulu (YPRH) 25 sampai 30 September.

Pelaksanaan penyelenggaraan penjaringan dan penyaringan, panitia berpedoman kepada peraturan yang berlaku, yaitu Statuta Universitas Pasir Pengaraian dan Peraturan Organisasi Tata Kelola tahun 2012 tentang persyaratan khusus, pencalonan, pemilihan, dan pengangkatan rektor universitas Pasir Pengaraian

Putusan panitia menetapkan, ketiga calon tersebut memiliki kapabilitas yang mumpuni. Dan sesuai persyaratan calon rektor, khususnya di Statuta Universitas pasir Pengaraian tertulis bahwa calon rektor minimal cukup bergelar magister. (Yus Tambusai)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.