Abu dan Ucok Sering Disuruh Nyari Nasi dan Antar Surat Saat Perjuangan Pemekaran Rokan Hulu

ROHUL,PoskoNews.com – Peran adalah bagian penting dalam suatu proses kerja untuk mencapai tujuan. Tak peduli seberapa besar peran yang dilakoni, tak terkecuali dengan proses pemekaran Kabupaten Rokan Hulu tahun 1999 lalu.

Begitu banyak pihak terkait yang memberi peran sesuai kemampuannya, termasuk peran masyarakatnya melalui doa dan harapan agar keinginan ber-Kabupaten sendiri segera terwujud. Ibaratnya, ada yang bergotong-royong membawa barang bawaan, ada yang berperan seperti penarik becak yang siap mengantarkan para penumpang kemana saja.

Peran seperti itu penting keberadaannya, meski terkadang terlihat kecil, namun semangat-semangat mereka perlu diapresiasi secara baik. Satu nama akan berkaitan dengan nama lainnya, dan menyebutkan nama tertentu, bukan bermaksud mengabaikan nama lain yang juga berperan besar.

Dalam kaitan itulah, menjelang peringatan hari ulang tahun Rokan Hulu ke 18 pada 12 Oktober 2017 nanti, sekedar mengingatkan bahwa ada dua peran yang juga dianggap penting, telah dilaksanakan dua nama dalam mensukseskan proses kerja pemekaran Rokan Hulu dari Kabupaten Kampar tahun 1999 lalu.

Dua nama tersebut adalah, Abu Hasim dan Zahrial Lutfi. Saat kerja panitia menjelang pengesahan pemekaran Rokan Hulu, Dua nama ini memang masih tergolong “yunior”, karenanya sering disuruh suruh oleh tokoh warga Rokan di Bangkinang dan Pekanbaru yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Rokan (IKR), untuk mengerjakan sesuatu, mengantarkan undangan rapat, menyampaikan pesan, mempersiapkan konsumsi dan akomodasi.

Abu Hasim misalnya, sering ditugaskan oleh Ir.EH.Daulay Kepala Cabang PU Riau di Bangkinang, untuk mencarikan nasi bungkus ke rumah makan disaat puluhan bahkan ratusan ninik mamak serta tokoh masyarakat berdelegasi ke Bangkinang bertemu dengan pejabat pemerintahan Kampar.

Abu Hasim yang memang bekerja sebagai staf PU, juga sering diperintah bos nya (EH.Daulay), untuk mencarikan tempat menginap tokoh dari Pasir Pengaraian dan sekitarnya yang kemalaman di Bangkinang karena urusan memperjuangkan pemekaran itu.

“Saat itu semua panitia Pemekaran bekerja keras siang malam untuk mewujudkan Kabupaten sendiri lepas dari Kampar. Hampir tiap hari saya sering disuruh bos mencarikan makan minum saudara kita yang datang dari Pasir Pengaraian, terkadang tidak ada uang ya terpaksa kita berhutang kepada orang Rumah Makan, untunglah mereka percaya,” kata Abu Hasim yang saat ini pegawai di UPT Dispenda Riau Pasir Pengaraian kepada PoskoNews.com, Jumat (30/9/2016)

Abu Hasim menyebut Rumah Makan Cahaya Buana Bangkinang menjadi langganannya berhutang nasi bungkus. Sementara beberapa penginapan, seperti wisma Pantian Ragi, sering dibokingnya untuk bermalam rombongan dari Pasir Pengaraian. Bahkan, jika wisma nya penuh, terpaksa tamu itu dibawa tidur ke rumahnya atau di rumah saudara yang lain.

Sementara Zahrial Lutfi yang saat itu bekerja sebagai PNS di Inspektorat Wilayah Kabupaten (Itwilkab) Kampar, sering disuruh suruh oleh Penasehat Ikatan Keluarga Rokan (IKR) Kampar, H.Zubir yang juga menjabat Asisten II Pemkab Kampar, untuk mengantarkan undangan atau surat untuk keperluan panitia pemekaran.

Dengan mengendarai honda bebeknya, Zahrial Lutfi yang akrab dipanggil Ucok itu, sering hilir mudik mendatangi rumah rumah warga Rokan di Bangkinang-Pekanbaru, menyampaikan informasi atau surat menyurat yang diperlukan.

Ucok ini juga yang ditugaskan untuk menemani dan menjadi penunjuk jalan (Guide) saat tokoh tokoh Rokan yang datang dari Pasir Pengaraian untuk bertemu anggota DPRD Kampar dan pejabat kantor Dinas Instansi berkaitan dengan pemekaran tersebut.

“Ya, kalau diingat waktu itu, semuanya semangat untuk mewujudkan pemekaran Kampung halaman Rokan menjadi Kabupaten, tidak ada yang mengeluh dan membantah jika diminta mengerjakan sesuatu, apalagi semua jajaran kepanitiaan yang dibentuk bekerja tanpa disuruh, tidak terdengar cerita kalau nanti daerah kita jadi Kabupaten lalu kita mendapatkan apa atau menjabat dimana,” kata Zahrial Lutfi yang pernah bertugas sebagai Camat Tambusai kepada PoskoNews.com.

Demikianlah, semua semangat itu terwujud menjadi sebuah konsistensi yang saling terkait antara peran yang satu dengan yang lainnya. Itu sudah mereka lakukan 17 Tahun lalu, bahkan jauh bertahun tahun sebelum itu. Ya, kita tak perlu bertanya dan menimbang lagi. Kita pun merasa perlu berterima kasih atas peran peran mereka semua, sehingga Rokan Hulu terwujud. (Yus Tambusai)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.