Target PAD Sulit Dicapai, Dinas Diminta Surati Bapenda

ROHUL, PoskoNews.com – Adanya komplain dari Dinas terkait di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hulu (Rohul), Riau terhadap penetapan target pendapatan yang dirasa berat untuk dicapai dan ditetapkan tanpa koordinasi terlebih dahulu, Dinas terkait diminta menyampaikan lsngsung ke Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Rohul.

Setelah sebelumnya komplain datang dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terkait target penerimaan atau pendapatan dari retribusi sampah, kali ini komplain yang sama datang dari Dinas Perkebunan dan Peternakan (Bunnak) Rohul soal tingginya penetapan target penerimaan dari Retribusi Rumah Potong Hewan (RPH).

Menurut Kadis Bunnak Rohul, Herdianto, Penetapan PAD Rohul dari sektor RPH pada 2018 ini tidak ada dikoordinasikan oleh Bapenda Rohul dengan petugas teknis Dinas Peternakan dan Perkebunan Rohul.

“Pada 2018 ini target yang ditetapkan Bapenda Rohul dari sektor RPH sebesar Rp.51 juta. Sementara pada tahun 2017 lalu target hanya Rp 21 juta sementara realisasi yang bisa dicapai pada akhir tahun hanya Rp 13 juta,” kata Kadis Bunnak Rohul melalui Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan,Harianto SP Senin (12/2/2018).

Disebutkan Harianto, RPH di Rohul hanya satu, penyembelihan ternak sapi di RPH setiap hari rata-rata 2 ekor, fengan kondisi itu, realisasi target yang ditetapkan itu sulit dicapai petugas dilapangan.

Loading...

Menanggapi hal itu, Plt Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Rohul, Jonni Muckhtar, SE, Ak.M.Si, berjanji segera membicarakannya dengan dinas terkait.

“Nanti kita bicarakan dengan dinasnya, Saya juga baru tahu mereka komplain, mestinya komplain pakai surat atau datang ke Bapenda, sampaikan berapa target realnya atau apa kendala yang menyebabkan target dirasa berat, semuanya bisa di diskusikan dengan baik,”kata Jonni Muckhtar kepada PoskoNews.com, Selasa (13/2/2018). (Yth)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan