Unjuk Rasa BEM Se Indonesia Di Pekanbaru Diwarnai Bakar Ban Dan Saling Dorong

Pekanbaru, PoskoNews.com – Aksi unjuk rasa ratusan Mahasiswa Tepat BEM Se-Indonesia tolak Undang – undang Nomor 17 Tahun 2014 Tentang MPR, DPR, DPD, di depan Gedung DPRD Riau,  Kamis siang (22/2/2018) sempat memanas.

Pantauan PoskoNews.com aksi mahasiswa yang berorasi di gedung DPRD Riau itu diterima oleh tiga wakil rakyat, yakni, Wakil Ketua DPRD Riau Noviwaldy Jusman, Sunaryo serta anggota DPRD dari Hanura, Suhardiman Amby,

Memanasnya aksi unjuk rasa karena diwarnai dengan aksi bakar ban di Jalan Sudirman, sehingga sempat membuat arus transportasi macet dan jalur terpaksa dialihkan.

Terlihat dalam aksi Ketua BEM Universitas Indonesia Zaadit Taqwa yang ikut berorasi bersama beberapa pimpinan BEM berbagai Universitas di Infonesia.

Dari rangkuman orasi yang disampaikan itu diantaranya menolak segala bentuk pelemahan penyampaian pendapat dan kritik terhadap pejabat negara, baik ekesekutif, legislatif, dan yudikatif.

Mahasiswa justru mempertanyakan kebijakan DPR hinga harus melemahkan demokrasi dan berpotensi mencederai pasal 28 E UUD 1945.

Menanggapi hal itu, tiga Wakil rakyat yang nenerima mahasiswa itu menyetujui aspirasi mahasiswa dan segera menyampaikan hal itu ke DPR RI.

“Kita akan surati pimpinan DPR RI melalui surat resmi DPRD Riau,” kata Noviwaldy Jusman menjawab tuntuta mahasiswa, Kamis (22/02/18).

Bahkan,  Noviwaldy menyatakan bahwa DPRD Riau akan selalu berpihak kepada kepentingan rakyat.

Sempat terjadi aksi saling dorong karena mahasiswa tidak puas dengan jawaban anggota DPRD Riau bahkan terkesan “menyandera” tiga anggota Dewan itu.

“Kita ikuti anggota Dewan masuk ke gedung DPRD, kalau tidak masuk berarti anggota dewan sama sekali tidak menghargai kehadiran kita,”teriak salah seorang mahasiswa.

Namun, akhirnya situasi memanas dapat diredakan, sehingga unjuk rasa yang dikawal ratusan aparat gabungan itu sampai berakhir. (Yth/Ags)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan