Istana Kerajaan Rokan, Sebuah Keagungan Dan Kebanggaan Dari Masa Lalu

Istana Raja Kerajaan Rokan

PoskoNews.com – Berkunjung ke Negeri atau Luhak Rokan IV Koto, Kecamatan Rokan IV Koto, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, tidak lengkap rasanya kalau tidak mengunjungi Istana Raja Kerajaan Rokan. Istana ini sejak dibangun ratusan tahun lalu masih memiliki bagian asli seperti dinding dan ukiran – ukirannya.

Lokasi istana Rokan yang terletak sekitar 300 kilometer dari Pekanbaru, Ibu Kota Provinsi Riau dan sekitar 65 Kilometer dari Pasir Pengaraian, Ibu kota Kabupaten Rokan Hulu serta 28 kilometer dari Ujung Batu, dengan lalu lintas yang lancar, karena akses jalan menuju kesana sudah di aspal mulus.

Di wilayah Rokan IV Koto banyak terdapat bahan baku pertambangan seperti batu bara dan batuan Kapur (bahan dasar semen), yang berlokasi di sebelah barat sekitar 20 Km dari ibu kota kecamatan. Serta potensi sumber air sungai yang bisa dimanfaatkan untuk pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

Selain istana kerajaan, di Rokan juga terdapat beberapa objek wisata seperti, Air terjun yang disebut Ujan Lobek, komplek makam – makam Raja Rokan, Goa, Wisata alam pemandangan sungai, Air terjun Sungai Tolang, dan masih banyak lagi.

Rokan IV Koto memilki beberapa situs cagar budaya yang menjadi koleksi bukti keberadaan sejarah dimasa lampau, salah satunya adalah sebuah istana kerajaan yang Rokan yang dulu terletak di Kelurahan Rokan, namun saat ini sejak pemekaran desa, istana ini sudah masuk Desa Rokan IV Koto Ruang.

Loading...

Kerajaan Rokan IV koto terletak berdampingan dengan Kerajaan Kunto Darussalam yang sama-sama terletak di kawasan Rokan Kiri. Sedangkan tiga kerajaan lainnya terletak di kawasan Rokan kanan, yakni kerajaan Tambusai, kerajaan Rambah, dan kerajaan Kepenuhan.

Kerajaan Rokan IV Koto di perkirakan telah berdiri sejak abad ke 18, usai runtuhnya kerajaan Rokan Tua.

Istana Rokan IV koto ini merupakan satu-satunya istana kerajaan yang tersisa di kabupaten Rokan Hulu hingga saat ini. Sedangkan kompleks istana empat kerajaan lainnya, yakni, Rambah, Kunto Darussalam, Tambusai dan Kepenuhan sudah hilang di telan zaman. Sehingga saat ini ada upaya pemerintah Kabupaten Rohul dan Lembaga Adat setempat untuk membangun kembali istana di empat Luhak bekas Kerajaan tersebut.

Istana kerajaan Rokan IV koto ini merupakan peninggalan dari sejarah kerajaan Rokan, banyak yang bilang istana ini di sebut juga dengan nama istana berukir naga karena hampir di setiap bagian sisi dari istana ini terdapat kayu yang berukiran gambar naga.

Kompleks istana ini memiliki luas sekitar empat hektar dan di pagar dengan ketinggian satu meter, berada dekat di pinggiran sungai Rokan. Istana rokan IV koto merupakan bangunan yang paling megah di kompleks istana tersebut, bangunan istana berupa rumah panggung yang terdiri dari dua tingkat.

Tingkat pertama merupakan ruang pertemuan raja serta beberapa kamar raja dan tingkat ke dua merupakan ruamg pribadi raja. Di bagian depan lantai satu istana Rokan IV Koto ada empat buah jendela satu pintu, dan satu pintu masuk ruang istana yang berukuran besar.

Sedangkan di samping kiri dan kanan terdapat masing-masing satu jendela memiliki kain gorden berwarna kuning. Pada lantai dua yang lebih berukuran kecil ada tiga pintu jendela di bagian depan dan satu jendela di bagian samping. Penempatan dan struktur rumah tampak penuh estetika dan unik.

Keelokan ini makin di padu dengan beranda istana dengan tiga tangga masuk. Dinding istana yang terbuat dari kayu dan di beri sentuhan cat berwarna kuning lembut dan kuning keemasan terang, yang merupakan perlambangan dari kemakmuran. Ada keagungan yang terpancar dari istana ini ketika memandangnya dari luar.

Sedangkan arsitektur atapnya bersilang di bagian ujung dan lantai pada bagian bawahnya. Atapnya terbuat dari atap seng yang sudah berwarna kecoklatan karena sudah dimakan usia. Tidak di ketahui persis kapan atap istana tersebut diganti dari atap sebelumnya.

Namun yang jelas istana Rokan IV koto ini di perkirakan sudah berusia lebih dari 210 tahun. Meskipun terbuat dari kayu istana ini tetap berdiri kokoh, mungkin ini di sebabkan kayu-kayu istana tersebut merupakan kayu pilihan yang memang bisa berusia ratusan tahun.

Masing-masing tiang mempunyai motif ukiran yang di bedakan satu dengan yang lainnya, di beranda ini terdapat enam tiang. Empat tiang di beranda mewakili suku asli di Rokan IV Koto dan dua tiang lainnya melambangkan dua suku yang datang kemudian.

Dibeberapa bagian istana terdapat ukiran motif naga, kalajengking dan sulur-suluran. Ada juga cumonde yang dibuat dengan motif naga sedanng mengarungi sungai lengkap dengan motif sulur-sulurannya.

Pada bagian dinding luar istsana juga terdapat dua buah ukiran dangan motif naga yang melambangkan raja dan ratu kerajaan tersebut, ukiran juga terdapat pada tiang-tiang beranda serta disetiap bagian anak tangga menuju pintu masuk istana.

Didalam istana terdapat ruang pertemuan kerajaan. Didalam ruang pertemuan tersebutlah Raja Rokan IV Koto menggelar pertemuan-pertemuan penting dengan kalanan-kalangan bangsawan, alim ulama dan tokoh adat.

Ruang pertemuan jini juga menjadi tempat untuk menerima tamu yang datang kekerajaan Rokan IV Koto. Kondisi ruang pertemuan istana tersebut sangat menarik dan elok di pandang mata. Di bagian dinding dalamnya dilapisi dengan kain tirai panjang berwarna kuning keemasan dan berbagai hiasan lainnya yang juga berwarna keemasan.

Sementara di langit-langit istana juga di lapisi kain yang berwarna hijau dan merah. Pada masing-masing ujung. Kain yang di bentuk bujur sangkar dan limas ini terdapat hiasan-hiasan yang sangat cantik di pandang mata. Pada bagian lantai, terhampar tikar anyaman rotan yang tersusun rapi.

Di bagian salah satu ujung rumah, terdapat singgasana Raja Rokan IV Koto. Singgasana ini terletak lebih tinggi dari lantai. Di singgasana yang empuk tersebut ada juga bantal-bantal untuk sandaran atau alas duduk bersulam emas.

Disebelah kiri dan kanan singgasana ada payung raja berwarna keemasan. Pada setiap ujung-ujung payung ada hiasan-hiasan keemasan. Warna kuning keemasan yang sangat dominan pada singgasana raja Rokan jelas memperlihatkan keagungan. Sedangkan di sebelah di sebelah kiri dan sebelah kanan dari singgasana raja, terdapat bantalan duduk memanjang dengan ketebalan sepuluh centimeter.

Tempat duduk tersebut di peruntukkan bagi kaum bangsawan, Alim ulama, tokoh adat dan tamu yang datang berkunjung. Di bagian dinding dalam istana juga terdapat ukiran dua naga yang sedang beradu. Ukiran ini semakin indah karena di beri sentuhan cat berwarna kuning keemasan yang terlihat mengkilat dan gemerlap.

Selain ruang pertemuan, istana Rokan IV Koto juga memiliki dua buah ruangan poserek atau bilik atau kamar kerajaan yang di pergunakan raja, permaisuri dan keluarga kerajaan untuk beristirahat. Ruangan tersebut tentunya akan sangat indah.

Di dalam istana juga terdapat satu anak tangga untuk ke loteng tingkat pertama dengan areal yang tidak begitu luas. Di loteng ini terdapat anak tangga kecil untuk naik ke tinggat kedua, yang merupakan tempat raja ada permaisuri beristirahat.

Ruangan ini sangat pribadi sekali dan tidak seorangpun di perkenakan masuk tanpa seizin Raja atau permaisuri. Dari tingkat paling atas ini, raja bisa melihat dengan jelas suasana di sekitar istana kerajaan. Di depan istana terdapat rumah datuk bendahara kerajaan dan beberapa rumah adat pesukan.

Rumah yang disebut dengan rumah pagodaan dalam bahasa melayu Rokan ini sengaja dibangun untuk merefleksi suku-suku yang ada di kerajaan Rokan IV Koto diantaranya suku mais, suku modang, suku melayu, dan suku minangkabau.

Rumah suku ini didiami oleh ketua suku beserta keluarganya secara turun temurun. Beberapa rumah suku tersebut juga memiliki ukiran yang sangat indah, sesuai dengan ukiran melayu Rokan pada saat itu.

Saat ini rumah-rumah pada kompleks istana istana Rokan IV Koto tersebut masih ada yang didiami dan sebagian lain nya sudah kosong dan menjadi simbol pelengkap sejarah istana Rokan IV Koto. Selain rumah dan benda cagar alam lainnya, kompleks istana ini juga dilenggkapi beberapa makam raja IV koto dan para tetua suku yang tinggal di dalam kompleks istana Rokan IV Koto.

Perlu kerjasama dan kepedulian semua pihak di daerah ini, terutama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan serta pihak terkait lainnya untuk menjaga dan melestarikan keberadaan Istana Raja Kerajaan Rokan ini serta situs atau benda budaya yang masih ada di sekitarnya, karena ini merupakan peninggalan sejarah yang sangat bernilai tinggi sebagai sebuah keagungan masa lalu.

Dengan itu diharapkan generasi muda daerah ini secara turun temurun memiliki kebanggan tersendiri atas sejarah masa lalu yang telah dijalani dan dibuat oleh nenek moyang pendahulunya. Amiin.(Rizal Putra Thamrin).

Sumber tulisan: Khoirul ana/tirayohana.blogspot.co.id

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan