Terkait Penolakan Pembangunan Waduk, Kemen ESDM Janji Segera Bahas Dengan Kemen PUPR Dan Bapenas

Jakarta, PoskoNews.com – Perwakilan warga empat desa yakni, Desa Cipang Kiri Hulu, Cipang Kiri Hilir, Tibawan dan Cipang Kanan, Kecamatan Rokan IV Koto, Rokan Hulu (Rohul), Riau mengadakan pertemuan dengan Kementrian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Jumat (9/3/2018) di Jakarta.

Pertemuan warga empat desa itu terkait penolakan mereka terhadap rencana pembangunan waduk PLTA lompatan Harimau di daerah mereka.

Perwakilan Warga diterima oleh Mentri ESDM yang diwakili oleh Agung Pribadi, Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi, sementara dari pihak warga, diwakili empat kepala Desa yakni, Kades Cipang Kiri Hulu, Arlis, Kades Cipang Kiri Hilir, Azwir Abbas, Kades Tibawan, Radius dan Kades Cipang Kanan, Abadi.

Selain itu juga ikut Tokoh adat, yakni, Dt.Kayo Cipang Kiri Hilir, Zet A, Dt.Rajo Gunung Cipang Kiri Hulu, Yasri A, Dt.Kalisati Pandrison, Cipang Kanan,Dt. Bendaro Zukfrianto dari Tibawan.

Warga juga didampingi oleh Ketua DPRD Rohul, Kelmi Amri, Ketua Komisi I, Mazril dan Anggota Dewan lainnya, Zulfahmi, Adam Syafaat, Syahbana Lubis, Abu Bakar, H.Amran Rosadi, Gurka Pandiangan, Yon Maryono dan Novliwanda.

Pada pertemuan itu Pihak Kementerian ESDM berjanji, akan meneruskan soal penolakan warga itu kepada kementerian terkait yaitu Kementrian PUPR dan Bappenas.

“Semua perencanaan proyek yang dilaksanakan oleh pemerintah semuanya memberikan yang terrbaik untuk masyarakat, namun kalau ada penolakan dari masyarakat, hal ini akan kita bicarakan lagi dengan kementrian terkait seperti PUPR dan Bappenas, saya akan segera laporkan kepada pinpinan, “kata Agung Pribadi.

Menanggapi itu, Ketua Komisi I DPRD Rohul, Mazril, menekankan dan mengharapkan agar pemerintah pusat selalu berpihak kepada rakyat ,

“Kita dari DPRD Rohul setelah ini nenindak lanjuti dengan kunjungan ke pihak BWS Sumatera III di Sumatera Barat untuk menyampaikan penolakn waduk ini,”kata Mazril.

Sementara Kepala desa Cipang Kiri Hilir, Azwir Abbas, minta sepenuhnya pusat membatalkan proyek tersebut ,karena dia beranggapan daerah Cipang baru beberapa tahun terakhir bangkit dari ketertinggalan.

‘Kami di wilayah empat desa di Cipang Raya, baru merasakan indah pembangunan dan melihat fajar yang mulai menerangi kemajuan pembangunan di Cipang, jarena itu mohon batalkab proyek waduk yang akan menenggelamkan wilayah kami, “kata Azwir.

Sedangkan Rio Andri selaku perwakilan pemuda dan mahasiswa Cipang ,berjanji akan mengawal proses ini sampai tuntas dan berharap cipang sebagai tumpah darah mendapatkan keadilan yang sama di NKRI.

“Jika tetap dilanjutkan akan menimbulkan gejolak dan akan ada korban didaerah pembangunan, Kami siap menumpahkan darah demi mempertahankan daerah kami,”kata Rio.

Sementara Ketua DPRD Rohul, Kelmi Amri, menyebutkan persoalan Rencana Pembangunan waduk serbaguna itu lintas sektoral, maka atas usul masyarakat DPRD meneruskan ke semua sektor terkait seperti halnya ke Bappenas, Kementrian ESDM.

“Iintinya usul ini telah sampai ke pihak terkait, bagai mana pemerintah meresponnya kita tunggu saja, sehingga dengan begini masyarakat paham bahwa setiap usul yabg disampaikan akan di tindak lanjuti sebagai bagian dari fungsi DPRD,”kata Kelmi kepada PoskoNews.com usai pertemuan warga, Jumat (9/3/2018).

Disebutkan Kelmi, penyelesaian tiap masalah masyarakat memang harus berjenjang naik bertangga turun, aspirasi warga Cipang ini sudah disampaikan ke pemprop Riau dan berlanjut ke pemerintah Pusat.

“Dan harapan kita ke pemerintah pusat juga, segera menjelaskan ke warga agar semua bisa di pahami, baik dari sisi pemerintah juga paham akan keinginan rakyat dan masyarakat juga bisa memahami dengan hati yang lapang,”harapnya.

Kelmi juga menyebut bahwa hakekat sebuah kebijakan itu semestinya harus memenuhi Sosiologi yang membuat bagaimana masyarakat tentram dan nyaman. (Yth)

Tinggalkan Balasan