Harianto Siregar, Pemuda Panutan Rela Habiskan Waktu Ajar Anak Sei Salak Mengaji

PoskoNews.com – Keteguhan hati yang kuat dan semangat juang kokoh demi sebuah pengabdian untuk kebaikan orang banyak saat ini sepertinya sangat jarang didapat dan sulit dicari.

Namun, tidak begitu halnya dengan seorang pemuda tampan bernana Harianto Siregar, warga di Sei Salak Hulu, Kecamatan Rambah Samo, Rokan Hulu (Rohul), Riau yang terus berjuang dengan demi pendidikan agama anak-anak di desanya.

Pemuda panutan ini, dalam bebetapa waktu terakhir dengan penuh keyakinan rajin Mengumpukan anak-anak desa setiap menjelang sholat magrib untuk diajak sholat berjamah dimesjid.

Sehingga Sebagian besar waktunya ia habiskan di desa itu, membuat dirinya banyak mengenal anak-anak yang berkeliaran tanpa tau waktu sholat dan gerakan sholat dan bahkan masih banyak yang belum pandai mengaji.

Suatu kesimpulan yang ia dapatkan kalau bukan dia yang merubah anak-anak itu siapa lagi?

“Apa jadinya jika anak-anak desa dibiarkan begitu saja tampa pendidikan agama yang layak? kalau bukan saya yang mendidik dan merubah anak karakter mereka siapa lagi?,” ujarnya.

Ya nasib mereka tidak akan berubah. Namun bagai mana caranya agar mereka Dapat mendalami ilmu agama sementara dukungan keluarga sangatlah minim.

Begitu juga sekolah SD di desa itu hanya sedikit mengajarkan ilmu agama dibandingkan pelajaran yang lain. Itulah sebabnya hati Harianto tersentak untuk mendidik anak-anak desa Sei.Salak Hulu.

Sudah setahun lebih Harianto atau biasa dipanggil bang Anto menjalankan tugasnya sebagai guru ngaji dan ilmu agama lainnya kepada anak-anak disana.

Dia memanfaatkan mesjid sebagai ruang kelasnya. Papan triplek kecil ia manfaatkan sebagai papan tulis dan duduk bersila di lantai.

Ada sekitar 25 murid yang belajar di sana. Sebagian dari mereka masih duduk di bangku SD sedangkan yang lainnya belum bersekolah.

Haranto mengajar dari sesudah sholat magrib dan lanjut sholat isya berjamaah. Setelah itu pembelajarannya di sambung kembali.

Pemuda itupun sempat dipandang sebelah mata dengan pekerjaan yang dilakoninya dan keinginannya untuk merubah karakter anak-anak desa.

Dengan bekal ilmu agama yang ia peroleh dari pendidikan yang hanya sampai SMA. Begitu juga orang tuanya adalah salah seorang tokoh masyarakat dan sebagai imam mesjid yang selama ini membimbing ia di jalan agama.begitu juga pembekalan yang cukup semenjak ia kecil, ilmu yang ia peroleh akan di ajarkan kepada anak didiknya.

Dengan ketekunan dan keiklasan hatinya mengajar anak-anak desa yang tak menghapkan imbalan sedikitpun, kini membuahkan hasil.

Anak anak yang dulu yang tidak tau apa-apa lambat laun berubah menjadi yang lebih baik, bahkan kini anak didiknya lah yang mengumandangkan azan apabila waktu sholat telah tiba, dan bagi yang dulunya tidak tau huruf hijaiah kini sudah pandai mengaji Al-quran.

Semangat pemuda Haranto ini tak kunjung pudar, bahkan kini ia ingin mendirikan sekolah MDA, walaupun Dia mendapat kabar bahwa saat ini banyak sekolah MDA terancam tutup.

Tapi keinginan hatinya tak tergoyahkan untuk mendidik anak desanya, Sehingga saat ini rencana pendirian sekolah MDA tersebut dalam tahap proses.

Semoga ada yang tergerak hatinya mengikuti jejak pengabdian Harianto dan membantunya untuk mewujudkan keinginan tulusnya mendirikan MDA di desanya, demi masa depan putra bangsa anak anak di desanya. ( Masni G/ Yth)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan