Rohul Bangga, Menteri Pariwisata RI Pakai Tanjak Unak Serantau di Nusa Dua Bali

PoskoNews.com – Sungguh Luar biasa. Tanjak Atau ikat kepala khas Rokan Hulu (Rohul), Riau, “Unak Serantau” semakin dikenal luas dan sudah Go Nasional serta Internasional.

Dinas Pariwisata Kebudayaan (Disparbud) Rohul juga secara terus menerus mensosialisasikan icon baru Rohul itu pada berbagai kesempatan dan kegiatan yang dilaksanakan baik di Rohul maupun di luar Kabupaten Rohul.

Sosialisasi dilaksanakan baik bagi tamu yang datang maupun pada saat melaksanakan kunjungan ke luar daerah, bahkan tak jarang pada waktu pejabat pejabat pemerintah dan organisasi serta komunitas baik yang datang ke Rohul maupun masyarakat atau pejabat serta organisasi yang melaksanakan kunjungan ke luar daerah.

Bahkan, Bersempena dengan pelaksanaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pariwisata Nasional I di Nusa Dua Bali 22-23 Maret 2018 lalu, Menteri Pariwisata RI Arief Yahya juga dengan bangga memakai Tanjak Rohul itu.

“Alhamdulillah, Dengan sampai dan dipakainya tanjak Rohul oleh Menteri Pariwisata, kita merasa bangga, karena ini adalahbsalah satu ciri khas negeri Seribu Suluk yang sudah dapat kita sosialisasikan dan perkenalkan ke tingkat nasional,” kata Drs Yusmar M.Si, Kadis Parbud Rohul kepada PoskoNews.com usai Rakornas.

Saat pemberian tanjak kepada Menteri Pariwisata itu, Yusmar juga sekaligus melaporkan bahwa tanjak merupakan lambang dan simbul pengakuan masyarakat Rohul Pak Meneteri Pariwisata sebagai bagian dari masyarakat Rohul.

“Harapan kita Bapak menteri memperhatikan dan ingat kepada Kabupaten Rokan Hulu dalam pembagunan, khususnya di bidang Pariwisata,” kata Yusmar.

Disebutkan Yusmar, saat acara Rakornas itu, Rokan Hulu masuk dalam 29 Kabupaten/Kota di Indonesia yang telah mempunyai oranisasi Generasi Pesona Indonesia (GenPI) dari 513 Kabupaten/Kota yang ada di Indonesia.

“Sementara untuk di tingkat Provinsi baru ada sekotar 50 persen se Indonesia,” ungkapnya.

Dijelaskan Yusmar, ke depannya pengembangan pariwisata dilaksanakan melalui media sosial atau wisata Destinasi digital yang dapat di akses dimana mana.

Penggerak destinasi digital ini adalah kelompok kelompok sadar wisata dan GenPI baik di Kementrian, provinsi maupun Kabupaten sampai ke tengah tengah masyarakat.

Selain itu, lanjutnya, bidang pariwisata di kembangkan melalui keterlibatan masyarakat lokal dan partisipasi serta peran aktif nya.

“Sehingga dengan itu semua diharapkan, akan timbul kreatifitas dan modifikasi yang menarik dan terwujud wisata yang aman, nyaman, bersahabat serta menyenangkan sesuai dengan nilai- nilai lokal yang berlaku,” pungkas Yusmar. (Yth)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan