Bangun Wisata Unggulan Di Rohul, Jangan Hanya Pasang Tanjak Ke Pejabat Saja

Andy Sabara,S.Pi,M.Si,Tokoh Muda Rohul

PoskoNews.com – Untuk mengembangkan pembangunan Pariwisata di Rokan Hulu (Rohul), Riau, Dinas Pariwisata Rohul harus fokus memoles objek wisata unggulan yang menjadi ciri khas daerah ini yang tidak ada di daerah lain, sehingga bisa membuat wisatawan domestik dan manca negara berkunjung secara intens ke daerah ini.

“Kalau hanya sekedar memasangkan tanjak kepada pejabat Negara atau wisatawan yang kebetulan datang berkunjung, itu bukan suatu hal yang membuat kita terlalu berbangga, tapi datangkan Menteri Pariwisata itu dan kembangkan objek wisata unggulan yang mendatangkan pendapatan daerah signifikan, itu baru membuat kita bangga dan angkat topi pada Dinas Pariwisata,” kata Andy Sabara,S.Pi,M.Si, tokoh pemuda Rohul kepada PoskoNews.com, Rabu (28/3/2018).

Disebutkan Andy, sejak Kabupaten Rohul ini berdiri 18 tahun lalu, belum ada objek wisata unggulan yang dibangun dan menjadi ciri khas daerah serta mendatangkan PAD yang lumayan, kecuali wisata Rohani Masjid Agung Islamic Centre Pasir Pengaraian.

Padahal, lanjutnya, selama ini setiap tahun anggaran APBD kita terkuras untuk alokasi Dinas Pariwisata, mestinya dengan alokasi anggaran Pariwisata cukup besar, harus bisa mendatangkan Pendapatan juga untuk daerah.

Andy mencontohkan, jika anggaran dan alokasi biaya operasional Dinas Pariwisata dianggarkan Rp.2 miliar, mestinya PAD dari sektor Pariwisata itu setidaknya bisa seimbang dengan biaya yang dialokasikan atau mungkin bisa lebih, itu baru bisa membuat kita bangga.

“Karena itu di awal terpilihnya Pak Suparman sebagai Bupati Rohul 2016 lalu, saya pernah mengusulkan agar Pariwisata Kebudayaan itu diletakkan pada suatu Bidang saja di salah satu Dinas terkait atau jangan dijadikan Dinas tersendiri,” ungkap Andy.

Andy lalu menyebut banyak contoh potensi wisata di daerah ini yang bisa dijadikan wisata unggulan, seperti memfokuskan pembangunan di salah satu objek selama beberapa tahun anggaran, seperti membuat kebun binatang di wisata Hapanasan atau membangun Benteng Tujuh Lapis peninggalan Pahlawan Nasional pertama dari Riau di Tambusai dengan mengikuti aturan yang ada.

“Jika itu yang dilakukan maka pembangunan Pariwisata dengan kunjungan wisatawan ke daerah ini pasti luar biasa, tapi jika hanya memproduksi tanjak lalu pasangkan kepada pejabat atau sekedar gotong royong di objek wisata, mohon maaf, hal itu belum membuat kita bangga,”pungkas Andy. (Yth)

Tinggalkan Balasan