Kasus Tiga Oknum Polisi Peras Terduga Bandar Narkoba Di Tambusai Masih Disidik

PoskoNews.com – Apa kabar kasus pemerasan yang dilakukan tiga oknum polisi dari Dit Reserse Narkoba Polda Riau terhadap AH (41) yang diduga bandar narkoba di Desa Batang Kumu, Kecamatan Tambusai, Rokan Hulu (Rohul), Riau, pada Selasa malam (13/2/2018) lalu. ????

Kapolres Rokan Hulu AKBP Muhammad Hasyim Risahondua menjamin kasus itu saat ini masih disidik intensif dan tiga oknum polisi tersebut masih berada ditahanan Mapolres Rohul.

“Iya, pak Kapolres sebelumnya (Yusup Rahmanto-red) sudah menyampaikan kepada saya, kasusnya masih sidik ya, tiga oknum itu masih diamankan di Mapolres,”kata Hasyim Risahondua menjawab PoskoNews.com, Jumat (13/4/2018) di Mapolres Rohul.

Seperti diberitakan sebelumnya, berawal pada Selasa malam (13/2/2018) sekitar pukul 23.00 Wib, ketiga oknum polisi Polda Riau berinisial HA, RE dan JFD, datang ke rumah AH yang juga seorang pengusaha sawit di Desa Batang Kumu, Kecamatan Tambusai.

Bahkan, salah seorang oknum polisi menodongkan senjata api sambil mengatakan mereka adalah anggota Polda Riau.

Sementara dua oknum polisi lainnya berupaya merusak terali besi jendela dan membuka pintu depan rumah dan masuk dari depan.

Oknum penegak hukum itu juga sempat memborgol penghuni rumah sambil bertanya di mana keberadaan AH.

AH kemudian ditemukan berada di mobil colt diesel, dan tanpa ampun oknum polisi itu memukul korban sambil menembak ke arah kaki, sehingga korban pingsan dan dibawa berobat ke rumah Sakit Awal Bros Ujung Batu.

Saat berada di RS Awal Bros itu, oknum polisi itu Sempat minta uang tebusan sebesar Rp250 juta namun korban tidak menyanggupi.

Namun, oknum polisi itu memaksa dan kali ini meminta Rp200 juta sambil menodongkan senjata ke arah kepala orang tua AH berinisial Ro.

Melihat ancaman yang ditujukan pada orang tuanya itu, AH kemudian berusaha mencari uang tersebut dengan berbagai cara, termasuk meminjam pada teman dan keluarganya di Batang Kumu dengan cara berbicara melaui telpon yakni kepada, Sarpian Pasaribu, Darwis dan Leni Haryanti

Uang Rp.200 juta itu kemudian dari Batang Kumu diantar ke RS Awal Bros dan diserahkan kepada oknum polisi itu dan selanjutnya mereka pergi meninggalkan korban di rumah sakit.

Merasa mengalami perlakuan tak adil dan diperas, korban AH baru melaporkan kasus itu Ke Polsek Tambusai pada (7/3/2018) sesuai Laporan Polisi Nomor LP/31/III/ 2018 /RIAU/Res Rohul/Sek Tambusai Tanggal 7 Maret 2018, korban pelapor bernama Alamsyah Harahap (41), warga Desa Batang Kumu Tambusai.

Sementara saksi kasus tersebut yakni, Wesli Walter Hutagaul (33) dan Barantas Parlungugunan (31) yang sempat diborgol oleh oknum polisi tersebut

Setelah menerima laporan itu Polsek Tambusai dengan di back up Sat Reskrim Polres Rohul, bergerak cepat dan berhasil menangkap pelaku oknum polisi itu pada malam harinya. sekitar pukul 22.00 WIB.

Dari oknum Brigpol Ha diamankan barang  bukti berupa tiga buah ATM berisi Rp.18,5 juta, sementara dari tangan Brigpol RE diamankan dua gelang emas, serta dari Bripda JFS diamankan uang Rp25 juta, satu pucuk senjata airsoft gun dan enam butir selongsongan dan Hp merek Nokia 3310 warna putih milik UB.

Ketiga oknum polisi dan satu warga biasa itu langsung digiring dan diamankan di Mapolres Rohul untuk penyidikan lebih lanjut.

“Saat ini kasus itu Masih dalam tahap pemeriksaan intensif,”kata Kapolres Rohul AKBP M Hasyim Risahondua, Jumat (13/4/2018). (Yth)

Tinggalkan Balasan