Rohul Tuan Rumah Riau Food Festival dan Riau Islamic Art Festival 2018

PoskoNews.com – Rokan Hulu (Rohul), ditunjuk Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Riau, menjadi tuan rumah pelaksanaan Riau Food Festival dan Riau Islamic Art Festival 2018.

Pembukaan Riau Food Festival 2018 oleh Bupati Rohul H. Sukiman, diwakili Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Rohul Drs. Yusmar M.Si, dihadiri anggota DPRD Riau Hj. Magdalisni, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dispar Riau R Dandun Wibawa dan sejumlah pegawai Dispar Riau.

Menirut Kabid Ekonomi Kreatif Dispar Riau‎, R Dandun Wibawa,‎ Riau Food Festival 2018 akan digelar selama tiga hari, dimulai hari ini‎Kamis (3/5/2018) dan berakhir Sabtu (5/5/2018) esok.

Untuk kegiatan Riau Islamic Art Festival 2018 digelar dua malam dan malam puncak akan ditutup pada Sabtu (5/5/2018) malam, yang akan menghadirkan orkes Debu dari Jakarta.

Disebutkan Dandun even Riau Food Festival dan Riau Islamic Art Festival 2018, itu diprakarsai Dispar Riau yang merupakan bagian dari kegiatan Ekonomi Kreatif Bidang Pariwisata Riau, upaya mengangkat kuliner daerah.

Dispar Riau bekerjasama dengan Disparbud Rohul, melakukan pembinaan terhadap pengrajin kuliner, menjelang hari puncak di Kota Pekanbaru pada Agustus 2018 mendatang.

“Pemateri dari‎ daerah, provinsi dan pusat. Nantinya pembinaan mengangkat kuliner-kuliner daerah, yang muaranya di Riau Food Festival di Kota Pekanbaru,” ungkap Dandun.

Menurutnya,  dari pra kegiatan diketahui bahwa ada sejumlah kuliner khas Rohul yang bisa dikembangkan, kemudian dapat diaplikasikan oleh masyarakat‎ sehingga menambah nilai ekonomi.

Diungkapkan Dandun lagi, Riau Food Festival baru pertama digelar di Kabupaten Rohul. Dari invetarisir dan pembinaan kuliner dilakukan diharapkan para peelaku kuliner lebih kreatif, sehingga kuliner Rohul layak tampil, layak jual sehingga punya nilai ekonomi bagi masyarakat.

Melalui Riau Food Festival tingkat Riau Agustus 2018 di Kota Pekanbaru, menyambut Hari Ulang Tahun Provinsi Riau, seluruh kuliner daerah akan diuji melalui festival.

“Riau sendiri punya lebih dari 500 macam kuliner khas daerah, namun beberapa kuliner daerah‎ yang layak tampil dan layak jual, termasuk kuliner khas Rohul,” ujar Dandun.

Namun, lanjutnya, masih perlu dilakukan pembinaan dan pemolesan, baik di sisi penampilan, sisi higenis, ‎pengemasan, dan marketing. Dirinya mengharapkan, agar kuliner‎ Rohul juga layak tampil dan layak jual.

Sementara ‎Kepala Disparbud Rohul, Yusmar berterima kasih kepada Dispar Riau, yang telah menunjuk Rohul sebagai tuan rumah Riau Food Festival dan Riau Islamic Art Festival 2018.

Ditahap awal sebut Yusmar, Disparbud Rohul masih menggali dulu mana kuliner yang bisa dikenalkan, sebab sejauh ini baru kokek asam durian yang sudah dikenal masyarakat luar daerah.

“Karena, sebenarnya makanan khas daerah kita banyak, rasanya bisa bersaing‎ dengan makanan khas daerah lain, seperti kokek asam durian, asam pedam, pekasam dan masih banyak lagi,”‎.

Dijelaskan Yusmar ajang Riau Food Festival diikuti 30 peserta dari para pengerajin kuliner,‎ Disperindag, Tim Penggerak PKK, dan pegawai Disparbud Rohul sendiri.

“Kami sangat mengharapkan, agar lebih dikembangkan kuliner yang sudah ada saat ini,” harap Yusmar, yang juga pernah menjabat Kabag Humas Setdakab Rohul dan Kepala Disdukcapil Rohul.

Sementara Untuk even Riau Islamic Art Festival, diakui Yusmar, akan ditampilkan beberapa kesenian bernuansa religi, seperti ‎Ratik Togak, Ratik Tolak Bala, Berudah, Barjanji, Rebana, dan akan ditutup penampilan orkes Debu dari Jakarta. (Rif)

Tinggalkan Balasan