Tokoh Warga Pintu Kuari Rokan IV Koto Minta “Istana” Ketua PRRI Direnovasi

PoskoNews.com – Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau memiliki peran dalam lintasan sejarah Republik Indonesia dengan fakta tak terbantahkan.

Selain memiliki pahlawan Nasional Tuanku Tambusai dengan perjuangan heroik serta peninggalan bersejarah Benteng Tujuh Lapis di Dalu Dalu Tambusai.

Ternyata Rohul juga pernah menjadi “kantor” sementara Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) yang dipimpin Sjafruddin Prawiranegara.

Pada masa darurat itu dan terjadinya pergolakan daerah dengan Pusat, Sjafrudin Prawiranegara yang ditunjuk menjadi Ketua PRRI sempat mengungsi dan menjalankan pemerintahannya.

Dalam pengungsian itu, sekitar bulan Februari tahun 1960, Sjafrudin Prawiranegara masuk ke Dusun Pintu Kuari Desa Cipang Kiri Hulu Kecamatan Rokan IV Koto melalui daerah Payakumbuh Sumatera Barat (Sumbar).

Dusun Pintu Kuari terletak di daerah strategis di gugusan Bukit Barisan perbatasan Riau – Sumbar.

Sjafruddin bersama rombongan PRRI dan. Tentara bersenjata lengkap sekitar 300 orang, pun tinggal di rumah rumah masyarakat dan menjalankan roda pemerintahan disana dipekirakan selama lebih kurang delapan bulan.

Pada saat itu masyarakat Pintu Kuari disuruh mengungsi diladang ladang apabila ada rombongan tentara dari Rokan dikabarkan datang, maka semua prajurit bersembunyi diladang dan sementara masyarakat disuruh kembali ke kampung.

Pada zaman itu, Sjafruddin Prawiranegara berkomunikasi dengan menggunakan telegram yang dipasang di sekeliling kampung

Pada saat itu di Pintu Kuari juga dijadikan tempat mencetak uang PRRI yang saat ini bukti uang PRRI yang dicetak itu masih ada.

Setelah keadaan aman, barulah kemudian beliau kembali ke Sumbar melalui Payakumbuh.

Saat ini rumah rumah yang pernah didiami oleh Sjafrudfin Prawiranegara dalam menjalankan pemerintah darurat itu, masih berdiri.

Ada upaya tokoh masyarakat disana untuk mengusulkan merenovasi rumah rumah tersebut kepada pemerintah. Namun usulan yang disampaikan melalui Musrenbang Desa dan Kecamatan itu belum direalisasikan oleh pemerintah.

Menurut tokoh masyarakat Pintu Kuari, Fadli Hermanto, usulan usulan untuk merenovasi bangunan rumah bersejarah tersebut sudah disampaikan ke pihak terkait.

“Bahkan pada tahun 2017 juga pernah kita ajukan proposalnyo ke dinas Parawisata Kebudayaan, tapi belum digubris dan belum mendapatkan jawaban yang kongkrit, ” kata Fadli kepada PoskoNews.com, Selasa (7/8’2018).

Padahal, lanjutnya, untuk kepentingan renovasi itu pihaknya juga sudah membebaskan lahan serta surat izin renovasi dari pemilik rumah juga sudah didapatkan.

Sedangkan panitia pembangunan renovasi rumah itu juga sudah terbentuk dan panitia sudah bersusah payah memperjuangkan, termasuk ke DPRD Provinsi Riau, namun terkendala dana, sehingga belum bisa dilakukan renovasi.

Adapun susuna Pantia Renovasi,  Ketua (Fadli Hermanto), Wakil Ketua (Rafles),
Sekretaris (Hendripas) dan Bendahara (Suwerdi).

“Semoga pemerintah bisa mengakomodir usulan renovasi rumah yang pernah ditempati tokoh PRRI tersebut, agar lintasan sejarah bisa tetap hidup dan dikenang menjadi kebanggaan anak cucu di kemudian hari,” kata Fadli Hermanto yang juga putra asli Pintu Kuari yang kini bertugas sebagai pendamping profesional Desa kecamatan Rokan IV Koto. (RPT)

Tinggalkan Balasan