Dirut BPR Tertangkap Nyabu, Pemkab Rohul Dan OJK Segera Proses Pergantian

PoskoNews.com – Terkait pergantian sementara atau Pelaksana Tugas (Plt) Dirut PD BPR Rohul, JA yang terlibat kasus hukum Narkoba, Pemkab Rohul masih menunggu pemberitahuan dari pihak Kepolisian Resor Rokan Hulu (Polres Rohul).

“Kita masih menunggu pemberitahuan polisi, sudah sejauh mana status hukum yang bersangkutan, sehingga baru kita proses pergantiannya,” kata Pj Sekda Rohul, H Abdul Haris, S.Sos, M.Si, Kamis (9/8/2018).

Disebutkan Haris, dalam pergantian Dirut BPR ada beberapa kriteria, sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) yang mengatur bahwa seorang Dirut bisa diberhentikan dengan beberapa alasan, yaitu karena meninggal dunia atau berhalangan tetap.

“Jadi ‎jika yang bersangkutan tidak melaksanakan tugas, misalnya beliau dalam proses hukum tentu tidak bisa melaksanakan tugas, nantinya pemerintah harus menunjuk PJS sesuai Otoritas Jasa Keuangan (OJK), ” ungkapnya.

Terkait Pergantian Dirut BPR Rohul ini, kata Haris, pihakna harus‎ berkoordinasi dengan OJK, sebab setiap Perbankan punya ketentuan khusus.

Loading...

Artinya, lanjut Haris, pemkab sebagai pemilik tidak bisa mengganti Dirut secara sembarangan. Karena ada kriteria yang harus dipenuhi, dan yang duduk disana merupakan orang yang mampu dan mempunya kompetensi yang ditentukan oleh OJK.

“Insya Allah, besok kita akan segera menggelar rapat bersama OJK tersebut, ” ungkapnya.

Selain itu juga, Haris mengakui saat ini juga, ada 2 orang bakal calon dewan pengawas BPR Rohul yang tengah mengikuti tes di OJK.

‘Walaupun Dirut BPR Rohul Itu tengah menjalani proses hukum, namun transaksi keuangan di PD BPR Rohul tidak ada kendala, tetap berjalan seperti biasa,” tegas Haris. (Yth)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan