Lahan Lokasi Objek Wisata Religi RBS Seluas 6,789 Ha, Segera Di Sertifikat

PoskoNews.com – Lahan di lokasi Objek wisata Sejarah Religi Rantau Binuang Sakti (RBS), Kecamatan Kepenuhan, Rokan Hulu (Rohul), Riau, yang dihibahkan masyarakat Kepada Pemkab Rohul melalui Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan (Disparbud), akan segera diterbitkan Sertifikatnya.

Kadis Parbud Rohul Drs Yusmar M.Si bersama Kepala Kantor ART/BPN Rokan Hulu, Tarbarita, ST.MH, mengecek langsung ke lokasi Objek wisata Sejarah Religi Rantau Binuang Sakti Kecamatan Kepenuhan, sekaligus pennentuan patok batas lahan lokasi, untuk proses terahir penerbitan sertifikat tanah, Kamis (27/12/2018)

Lokasi lahan masyarakat Desa Rantau Binuang Sakti itu diserahkan kepada Pemkab Rohul agar kawasan tempat kelahiran tokoh tariqat Syekh Abdul Wajab Rokan itu di kelola dan di kembangkan menjadi objek wisata religi.

Dalam pengecekan Lapangan tersebut, Kepala ATR/BPN Rohul di dampingi para kasi dan staf, sementara Yusmar didampingi Kabid Pemasaran Elfia susanti, S.Ag beserta staf.

Ikut juga dalam cek lokasi itu, Kepala Desa terpilih Rantau Binuang Sakti, Kadus, Pengelola RBS sekaligus Lurah Kepenuhan Tengah Mustafa Kamal serta Kadus dan tokoh masyarakat.

Menurut  Kepala ATR/BPN Tarbarita, pihaknya harus turun menjau langsung Sebelum sertifikat di keluarkan, karena luas lokasinya yang mencapai 6,789 Hektar.

“Hal ini juga bukti komitmen Kantor ATR /BPN mendukung Bupati Rohul H. Sukiman dalam rangka sertifikasi tanah, baik untuk tanah Pemerintah maupun tanah masyarakat,” kata Tarbarita.

Disebutkannya, Pengecekan ini merupakan proses terakhir dan dalam 2 hari kedepan sertifikat lokasi objek wisata bersejarah dan religi tempat kelahiran Syeh Abdul Wahab Rokan ini akan di keluarkan karena telah memenuhi segala persyaratan berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Sementara Kadisparbud Rohul, Yusmar mengakui telah melaporkan proses penerbitan sertifikat lokasi wisata Religi itu kepada Bupati Rohul dan Sekda.

“Pemkab Rohul melalui Dinas Parbud, menyambut baik penyelesaian sertifikat tanah Rantau Binuang Sakti ini, dan mengucapkan terimakasih kepada Kepala Kantor ATR/BPN Rokan Hulu, beserta staf, atas komitmen dan kerjasamanya,” kata Yusmar.

Dilanjutkan Yusmar, secara ideal memang langkah pertama dalam pembangunan dan pengembangan objek atau destinasi Pariwiasata adalah penetapan status tanah dan status kepemilikannya.

Jika kedua hal ini kita miliki, lanjutnya, maka ada dasar kuat dan meyakinkan serta tidak ada keraguan untuk membangun dan mengembangkannya, disamping kepemilikan suatu destinasi wisata jelas dan punya dasar hukum yang kuat, maka kita bisa mengajukan bantuan anggaran baik ke Pemerintah provinsi dan Pusat, bahkan pihak Perbankan dan swasta lainnya.

“Rencana kita secara bertahap akan menyelesaikan sertifikasi dan perizinan setiap destinasi dan objek wisata yang ada, sesuai dengan kemampuan anggaran , seperti tahun 2019 ini, kita rencanakan mensertikatkan tanah makam raja kerajaan Rambah,” ungkap Yusmar. (Yth)

Facebook Comments