Merasa Nama Baiknya Tercemar, Guru PNS SMA Ancam Lapor Pemilik Kos Ke Polisi

PoskoNews.com – Merasa dipermalukan di depan umum, Hariaty Tenriany (44), guru PNS di salah satu SMA di Kecamatan Pagarantapah Darussalam‎, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), mengancam akan melaporkan pemilik kontrakan dan rekannya ke polisi.

Perempuan akrab disapa Yati ini mengatakan dirinya akan melaporkan pemilik kontrakan inisial Ls dan Wd, karena merasa namanya dicemarkan di depan umum.

“Yang pasti saya benar-benar merasa terhina, apalagi di depan umum dan dicemarkan lagi nama baik saya (sebagai guru),” tegas Yati kepada  href=”http://poskonews.com/” target=”_blank” rel=”noreferrer” data-saferedirecturl=”https://www.google.com/url?q=http://poskonews.com&source=gmail&ust=1546512082960000&usg=AFQjCNGuf4nKWkoyohe9rfJXbYUNTe74MA”>poskonews.com, Rabu (2/1/2019).

Istri dari Tondi Isri Panjaitan‎ (52) ini mengatakan dugaan pencemaran terhadap nama baiknya sebagai guru berawal tanggal 23 Desember 2018.

Saat itu, anak perempuannya meminta agar suara orgen tunggal di acara di dekat rumah kontrakannya dipelankan. Berawal inilah keributan melebar.

Pada 26 Desember 2018, mediasi digelar di rumah RT, namun tidak ada tercapai perdamaian. Mediasi kedua dilanjutkan pada 27 Desember 2018, di ruang Kantor Kades Kembang Damai.

Namun, mediasi dihadiri Kades Kembang Damai, Kepala Dusun, Ketua RW, Ketua RT, BPD, dihadiri Hariaty bersama pemilik kontrakan Ls, dan rekannya Wd, serta pihak lain tidak juga membuahkan hasil.

‎Yati mengaku saat mediasi telah tercapai dan akan dibuat poin perjanjian, diduga terjadi penghinaan terhadap dirinya dengan pengucapan pengusiran dari pemilik kontrakan di hadapan pihak yang hadir.

Diduga, pemilik rumah kontrakan mengatakan bahwa rumah yang disewa Yati, dan sudah dibayar lunas untuk 6 bulan tersebut sudah seperti diskotik.

Padahal selama ini Yati mengaku tidak pernah menggelar pesta seperti di tempat hiburan malam.

 

Bukan itu saja, sambung Yati,‎ pada 30 Desember 2018, saat itu siang hari, pemilik kontrakan kembali mendatangi rumah yang disewanya, dan diduga pemilik rumah mengucapkan untuk mengosongkan rumah kontrakan. Dugaan pengusiran ini direkam oleh Tondi, selaku suami Yati.

Sementara itu, ‎Hendri SH, MH, selaku Kuasa Hukum Hariaty alias Yati, sekaligus Direktur LBH Keadilan Akademis Rokan Hulu Universitas Pasir Pengaraian mengatakan tindakan dilakukan pemilik rumah kontrakan dan rekannya Wd, terhadap kliennya telah memenuhi unsur pidana.

“Memang jelas-jelas memenuhi unsur pidananya terhadpa klien saya di Desa Kembang Damai ini,” jelas Hendri.

Selaku kuasa hukum, Hendri mengaku akan membuat pengaduan ke Polres Rohul. Ia mengatakan untuk dugaan pencemaran nama baik ini ‎pihaknya akan memakai Pasal 310 tentang Pencemaran Nama Baik, dan Pasal 315 tentang Penghinaan.

Sementara pemilik kos Ls dan Wd  sampai berita ini tayang, belum berhasil dikonfirmasi. (Yth)

Facebook Comments