Musyawarah Tahunan BUMDes Usaha Bersama Sialang Rindang Dihadiri Bupati Dan Sekda, Uang Beredar 18,9 M, SHU 270 Juta Dan Tanam Ubi Kasesa

PoskoNews.com – Luar biasa. Itulah mungkin kata yang tepat untuk menggambarkan perkembangan BUMDes Usaha Bersama Desa Sialang Rindang, Kecamatan Tambusai, Rokan Hulu (Rohul), Riau.

BUMDes Usaha Bersama yang berdiri Sejak berdiri tahun 2005 lalu berawal dari Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UED SP), sampai tahun 2018 sudah mampu mengelola keuangan yang beredar mencapai Rp.18 Miliar lebih serta memberikan pemasukan untuk pendapatan Desa 2018 sebesar Rp. 27 juta.

Hal itu terungkap dalam Musyawarah Pertanggung Jawaban Tahunan (MPTj) BUMDes Usaha Bersama yang dipimpin Mukhid Afifuddin, Kamis (10/1/2019) di Desa Sialang Rindang.

MPTj BUMDes Usaha Bersama  yang dihadiri Bupati Rohul H.Sukiman dan Ny Peni HErawati, Sekda Rohul H Abdul Haris dan Ny Netti Herawati, para Kepala OPD Pemkab Rohul, Camat Tambusai Muammer Ghadafi dan Upika Tambusai, para Kepala Desa Tambusai itu, berlangsung meriah.

Dalam laporannya, Kades Sialang Rindang Putro Warsono S.Agr menyebutkan, BUMDes Usaha Bersama yang berawal dari UED SP itu berdiri tahun 2005 dengan bantuan modal  Rp 250 juta dan bantuan Pemprov Riau Rp.200 juta.

“Sampai tutup buku tahun 2018 ini jumlah peredaran keuangan yang dikelola mencapai Rp. 18,9 M dengan sisa hasil usaha Rp. 270 juta dan menyumbang untuk PADes Rp. 27 juta, dan Pemdes Sialang Rindang melakukan penyertaan modal sebesar Rp.200 juta, ” ungkap Putro.

Saat ini, lanjut Putro, BUMDes Usaha Bersama melakukan Pengembangan usaha unit desa, diantaranya Budidaya ikan lele dan keripik singkong serta Budidaya ubi kasesa bekerjasama dengan Gapoktan.

Disebutkan Putro, khusus untuk budidaya ubi kasesa merupakan bahan pembuatan tepung tapioka itu, Bibitnya didatangkan dari Lampung BUMDed bekerja sama dan penyertaan modal dengn Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan).

“Insya Allah sore ini kita akan melakukan penanaman perdana ubi kasesa oleh pak Bupati dengan lahan disiapkan seluas 10 hektar, sekaligus juga pengukuhan pengurus Gapoktan Sialang Rindang, “kata Putro. ..

Dijelaskan Putro juga, alasan pemilihan usaa Ubi kasesa itu dikarenakan ubi kasesa tahan terhadap cuaca, Gampang tumbuh pada berbagai jenis tanah serta Kalkulasi pendapatan yang sangat menguntungkan.

“Penanaman ubi kasesa untuk satu hektar lahan saja dengan Jarak 80 x 100 cm bisa tumbuh sebanyak 12.500 batang per Ha, masa panen selama 8 bulan, satu batang bisa menghasilkan 5 kilogram, sdhingga dengan harga jual Rp.1000/Kg bisa memberi keuntungan Rp. 77,5 juta per hektar, “jelasnya

Putro berharap pada saatnya nanti jika program itu berhasil maka Sialang Rindang bisa menjadi Pilot projeck ubi kasesa di Rohul serta didirikannya pabrik tepung tapuoka di daerah ini.

Sementara itu, Bupati Rohul H Sukiman dalam sambutannya merasa bangga dan salut atas apa yang telah dilakukan BUMDes dan pihak Desa Sialang Rindang dalam meningkatkan ekonomi desa.

“Angka peredaran uang Rp. 18 M yang dikelola BUMDes itu tidak sedikit dan semuanya dilakukab dalam meningkatkan perekonomian warga desa, “kata Sukiman

Sukiman berharap agar pihak terkait di desa ini terus bersungguh sungguh berupaya dalam mengembangkan sstiap potensi yang ada serta terus berinovasi untuk lebih baik lagi. (Adv Pemkab Rohul)