Kampanye Elegan Gaya Kelmi Amri, “Kalau Ada Yang Lebih Baik Dari Saya Silakan Pilih”

PoskoNews.com – Fitnah dan kampanye hitam, apalagi dengan membodohi rakyat, bukanlah vitamin yang baik bagi demokrasi, oleh karenanya harus diimbangi dengan cara cara yang elegan sesuai aturan.

Itulah prinsip yang dipegang Kelmi Amri SH, Calon Legislatif (Caleg) DPRD Riau dari Partai Demokrat Nomor Urut 3, daerah pemilihan (Dapil) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau.

“Saya berusaha mengadakan sosialisasi dan kampanye merebut suara rakyat dengan cara-cara terhormat, menjelaskan ke rakyat apa dan siapa kita serta program yang akan kita laksanakan jika terpilih nantinya, ” kata Kelmi kepada PoskoNews.com usai menggelar pertemuan bersama rakyat di Desa Karya Mulya, Kecamatan Rambah Samo.

Sehingga tak mengherankan, Kampanye dengan cara cara elegan itu membuat pertemuan yang digelar Kelmi bisa dihadiri ratusan warga.

Setidaknya dari beberapa kali sosialisasi yang diadakan Kelmi, diantaranya, di Km 37 Mahato dihadiri 300-an masa, di desa Sukamaju, Tambusai sekitar 200-an masa, di Muara Nikum, Rambah Hilir sekitar 400-an masa.

Saat berkampanye di Desa Bangun Purba Timur Jaya, sekitar 400-an warga, di Desa Sikebau Jaya Pendalian IV Koto sekitar 500 masa, bahkan di Desa Karya Mulya, Rambah Samo, warga yang hadir membludak mencapai 700-an masa.

Kelmi mengagendakan pertemuan berikutnya di Desa Koto Ranah dan Aliantan Kecamatan Kabun serta wilayah Kecamatan Rambah, Rambah Hilir dan Kepenuhan Hulu serta terakhir di Tambusai dan Tambusai Utara.

“Kita optimis pak Kelmi bakal melenggang ke DPRD Provinsi Riau, karena dari hitungan sementara kita, dari rangkaian sosialisasi dan kampanye yang kita adakan, calon pemilih Ketua Kelmi sudah di kisaran angka 20 ribu, Insya Akan meningkat jelang hari H pemilu nanti,” kata Mukmin, team kampanye Kelmi.

Kelmi sengaja meninggalkan sementara basis nya di Tambusai Utara yang akan digarap belakangan, dan memilih perang terbuka keluar basisnya, sepertinya ingin mengukur kekuatan “lawan lawannya”, sambil menjaga ritme permainan sampai beberapa hari menjelang hari H pemilihan.

“Kita juga memetakan potensi pemilih berbasis hasil survey internal, dan mengupayakan membangun citra dengan metode-metode yang elegan dan inovatif. Meningkatkan kesadaran pemilih serta membangun loyalitas konstituen,” tutur Kelmi.

Dalam setiap kunjungannya, sejak kampanye resmi dimulai 23 September 2018 lalu, Kelmi terus bergerak dan melakukan gerilya politik bagai elang terbang ke pelosok pelosok seantero Negeri Seribu Suluk

Dalam pidatp kampanye yang dilakukannya, Kelmi juga tidak pernah menonjolkan dirinya atau menjelekkan caleg lain.

Kelmi juga memastikan bahwa kedatangannya ke kampung kampung di Rohul itu murni bersilaturrahmi dan ingin memberikan pendidikan politik rakyat serta menciptakan pemilu bersih.

‘Kalau ada yang lebih pantas dari Kelmi Amri silahkan pilih, karena itu saya pesankan kepada warga, setiap caleg yang datang ke kampung ini silahkan datangi dan hadiri pertemuan yang diadakan.,” kata Kelmi dalam pidato politiknya.

Kenapa warga harus datang ke kanpanye tiap Caleg itu, kata Kelmi tujuannya adalah supaya masyarakat mengenali caleg tersebut dan mendengarkan program yang disampaikan dan setelah itu buat kesimpulan siapa yang akan dipilih.

Di lain pihak, Kelmi juga menyampaikan pesan penyelenggara dan pengawas Pemilu untuk menghindari praktek politik uang (money Politik).

“Saya berpesan jangan pernah gadaikan suara kita untuk satu helai kan sarung, satu kantong sembako atau uang Rp.100 ribu,  kedatangan saya kesini tidak akan memberi uang agar memilih saya, sebab dalam sisi Islam jelas itu diharamkan dan yang memberi saya pastikan juga tidak akan bertanggung jawab terhadap kampung ini,” tegas Kelmi. Yang juga Ketua DPRD Rohul dan Ketua DPC Demokrat Rohul itu. (Rizal Putra Thamrin).

Facebook Comments