KPU Rohul Agendakan Penetapan Anggota DPRD Terpilih Siang Ini

PoskoNews.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Rokan Hulu (Rohul) Riau, mengagendakan Rapat Pleno Penetapan Anggota DPRD Rohul Terpilih hasil Pemilu 2019 siang ini, Senin (22/7/2019) pukul 13.30 Wib Di Sapadia Hotel.

Namun, Menjelang pleno penetapan itu,  KPU Rohul masih menunggu penjelasan resmi dari KPU RI, terkait adanya perbedaan penafsiran tentang Surat Edaran (SE) KPU RI Nomor: 1027/PL.01.9/SD/03/KPU/VII/2019 tertanggal 17 Juli 2019.

Menurut Ketua KPU Rohul Elfendri ST M.eng, ada perbedaan pendapat terkait SE 1072 tersebut, yakni menyangkut maksud kalimat “Penetapan Calon terpilih Tanpa permohonan Perselisihan Hasil Pemilu (PHPU)” yang terdapat pada point 2. Dalam SE tersebut.

“Ya, ada perbedaan penafsiran membaca SE itu, karena tidak dijelaskan secara gamblang maksud kalimat tersebut, apakah berlaku secara umum seluruh tingkatan pileg, atau gugatan satu tingkatan pileg tidak mempengaruhi terhadap tingkatan lainnya,” kata Elfendri kepada wartawan, Minggu (21/7/2019).

Artinya, lanjut Elfendri, hasil pileg yang tidak ada gugatan PHPU bisa dilakukan penetapan calon terpilihnya, meski KPU kabupaten/kota sedang menghadapi gugatan PHPU di tingkatan pileg lainnya.

“Jika tafsiran ‘tidak ada Gugatan PHPU’ itu berlaku universal maka kita tidak bisa menetapkan calon DPRD kabupaten terpilih, karena kita masih menghadapi gugatan PHPU pemilihan DPR-RI dengan pemohon Caleg Partai Gerindra,” ungkapnya.

Elfendri mengakui para komisioner KPU Rohul menghadapi dilema lantaran dalam Surat Edaran tersebut juga ditegaskan KPU Provinsi/ Kabupaten/kota yang tidak memiliki gugatan PHPU harus segera menetapkan calon terpilih 5 hari setelah Surat Edaran KPU RI tersebut diterbitkan.

“SE itu keluarnya tanggal 17 Juli, artinya 22 Juli atau besok adalah hari terakhir penetapan calon terpilih untuk DPRD kabupaten. Jika maksud tafsiran SE itu per tingkatan pileg maka besok kita harus segera tetapkan,” terangnya.

Dilanjutkannya, perbedaan tafsir SE KPU RI ini membuat KPU Rohul berada dalam situasi”sulit”, karena KPU Rohul berpotensi dilaporkan ke Bawaslu atau DKPP karena melanggar jadwal penetapan calon DPRD terpilih.

Untuk menghindari potensi pelanggaran tahapan tersebut, lanjut Elfendri, KPU Rohul memutuskan menunggu oenjelasan resmi dari KPU RI terkait SE 1072 tersebut hingga menjelang jadwal Pleno pebetapan yang akan digelar di Sapadia Hotel itu (Rpt)