Polsek Tambusai Utara Ringkus Diduga Pelaku Cabul Anak Bawah Umur

PoskoNews.com – Seorang pria pelaku berinisial FPL (30), berhasil dibekuk jajaran Kepolisian Polsek Tambusai Utara, Rokan Hulu (Rohul), Riau karena diduga mencabuli anak di bawah umur, Sabtu (10/8/2019) sekitar Pukul 11.30 Wib

informasi yang dihimpun menyebutkan Terduga pelaku FPL. Yang berasal dari Kampung Maju Bersama, Kecamatan Simangambat, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara (Sumut) itu dibekuk setelah hampir 6 tahun DPO.

Kapolres Rohul AKBP M. Hasyim Risahondua, SIK, M.Si melalui Paur Humas Polres Rohul IPDA Feri Fadli, SH megaku dasar penangkapan pelaku tersebut sesuai dengan Laporan Polisi Nomor : LP/72/XI/ 2013/Riau/Res Rohul/Sek.Tbs Utara, tanggal 07 November 2013.

“Korban berinisial DN (14) yang masih berstatus sebagai Pelajar di Desa Mahato itu sebagai lampiasan bejat pelaku FPL, dengan Pelapor Yuliana, warga Desa Mahato Kecamatan Tambusai Utara Kabupaten Rohul,” kata Ipda Fery.

Disebutkannya, kronologis kejadian betawal Jumat 18 Oktober 2013, sekitar pukul 02.30 Wib dengan TKP Di Rumah Kediaman Yuliana, Desa Mahato, Kecamatan Tambusai Utara.

Ada beberapa saksi diantaranya, FY (22), Karyawan PT Torganda, Desa Mahato dan YL (47) Karyawan PT Torganda, Desa Mahato.

Dijelaskan Fery, saat itu Pelapor mendengar suara anaknya yang bernama FY berteriak memanggil pelapor.

“Buk-Buk, apa yang dikerjakan si lubis ini dengan DN,” Kemudian pelapor terbangun dan langsung menuju ke tempat anaknya tersebut sambil mengatakan ” Ada apa – ada apa” ?

Setelah itu pelapor bertemu dengan FY dan bertanya kepadanya, “Ada apa”?

Lalu FY mengatakan kepada pelapor ” Itu tadi Si FPL entah ngapain si DN, lalu pelapor mencari DN keluar rumah dan menemukan DN sedang berada di belakang rumah sambil menangis dengan kondisi tidak memakai baju, melainkan hanya memakai BH serta celana pendek.

Kemudian pelapor menanyakan kepada DN sudah diapain kau nak, “? Sudah diperkosanya kau nak” Kemudian DN mengatakan “Belum” dan melihat kondisi anaknya, pelapor langsung pingsan tak sadarkan diri.

Kemudian pada Sabtu 2 November 2013 sekitar pukul 18.39 Wib, Pelapor bersama suaminya yang bernama YL menanyakan kembali kepada anaknya tentang kejadian yang terjadi sebelumnya.

Lalu ketika itu DN mengatakan bahwa ” dia telah diperkosa Oleh FPL waktu itu”

Pelapor kemudian mengatakan kepada anaknya” kenapa semalam kau bilang engak”, Lalu DN mengatakan bahwa ” dia takut karena diancam FPL kalau dihilangkan dan akan disantetnya.

Pelapor bersama suaminya kemudian mencari keberadaan FPL namun tidak ditemukan.

Sementara kronologi penangkapan FPL pada Sabtu (10/8/2019) sekitar pukul 10.30 wib, Pelapor melihat FPL sedang belanja di Pasar Sabtu Swadaya Desa Bangun Jaya .

Kemudian, pelapor menelpon abangnya dan mereka langsung mengamankan FPL dan Selanjutnya membawa FPL ke kantor Bhabinkamtibmas Desa Bangun Jaya, sehingga kemudian ditindak lanjuti oleh piket jaga dan piket fungsi.

Introgasi terhadap FPL tentang perbuatannya, saat itu FPL mengakui perbuatannya tersebut, kemudian langsung dibawa dan diamankan ke Mapolsek Tambusai Utara guna proses hukum lebih lanjut. (Rpt)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.