Mantan Kades Batang Kumu A.Pulungan Di Demo Soal Kutipan PLN Dan ADD

PoskoNews.com – Sejumlah massa dari gerakan mahasiswa dan masyarakat Desa Batang Kumu, Kecamatan Tambusai, Rokan Hulu (Rohul), Riau melakukan aksi unjuk rasa di Mako Polres Rohul, Rabu (4/9/2019).

Aksi damai di bawa‎ terik matahari itu, puluhan mahasiswa dan masyarakat meminta Polres Rohul memeriksa dan menangkap Afnan Pulungan, mantan Kepala Desa Batang Kumu.

Aksi massa diterima Kasat Intel Polres Rohul AKP Edi Sutomo, Kasat Shabara Polres Rohul AKP ‎Kamsir, Kapolsek Tambusai AKP Yuli Hasman,‎ dan puluhan personel Polres Rohul

Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Yusup Daeng, menyebutkan ada dua tuntutan disampaikan masyarakat pada aksi damai tersebut.

Pertama, pada tahun 2017, Afnan Pulungan yang saat menjabat Kades Batang Kumu memprogramkan listrik PLN masuk ke sejumlah dusun, dan setiap Kepala Keluarga (KK) membayar biaya Rp 2 juta.

Pembayaran disertai kwitasi itu dibayar masyarakat melalui dua oknum perantara. Namun sampai 2019, listrik PLN yang diharapkan‎ warga belum juga terealisasi di daerah dekat berbatasan Riau-Sumatera Utara ini.

“Itulah yang bisa dikatakan penipuan, belum diselesaikan,” teriak Yusuf Daeng dalam orasinya, dan minta Polisi untuk memeriksa serta menangkap mantan Kades Batang Kumu.

Diakui Yusup, baru sepuluh tiang saja yang disediakan oleh Afnan Pulungan, setelah masyarakat menggelar aksi demontrasi di kantor Desa Batang Kumu beberapa waktu lalu, meminta uang mereka dikembalikan.

Daeng memperkirakan ada sekira 800 KK yang telah membayar biaya pemasangan listrik PLN di Desa Batang Kumu sebesar Rp2 juta per KK, seperti di Dusun Marubi, Simpang Kates, Kota Paret, dan Dusun Petapahan.

Yusuf Daeng menyebut warga Desa Batang Kumu baru menggelar aksi setelah didapatkan bukti-bukti kuat. Diperkirakan, 800 KK telah membayar biaya pemasangan listrik PLN, dan kerugian diperkirakan lebih dari Rp1 miliar.

“Ini baru kami dapat bukti-buktinya.‎ Kalau kami tidak punya bukti, dan kami bilang kasus cuma dugaan mungkin tidak akan diselesaikan, kami cuma capek untuk aksi,” ungkalnya.

Selain kutipan untuk pemasangan listrik‎ PLN, warga juga menuntut penggunaan bantuan Alokasi Dana Desa (ADD) yang dinilai tidak sesuai prosedur. Warga mengaku ada proyek ADD yakni semenisasi ke arah perkebunan pribadi, dan bukan lintasan warga.

“Padahal proyek (bantuan ADD) itu tidak boleh untuk perorangan,” tegas Yusuf lagi.

Selain itu, tambah Yusuf, adalagi proyek semenisasi parit dibangun melalui bantuan ADD di jalan lintas provinsi‎, dimana seharusnya menjadi kewenangan Pemprov Riau.

“Seharusnya tidak boleh menggunakan dana ADD‎ membikin parit tersebut. Itukan sudah menyalahi aturan, tidak sesuai prosedur penggunaan ADD,” katanya.

Yusuf mengaku setelah menerima arahan dan saran, ia bersama sejumlah perwakilan warga Batang Kumu akan berkoordinasi dengan Kasat‎ Intel Polres Rokan Hulu AKP Edi Sutomo dalam waktu dekat, dan berencana melaporkan resmi mantan Kades Batang Kumu Afnan Pulungan.

Sementara, Kasat Intel Polres Rokan Hulu AKP Edi Sutomo mengatakan selaku aparat keamanan, setiap keluhan masyarakat akan ditampung, namun harus dipelajari apakah mengandung unsur pidana atau bukan.

“Tapi jika ada unsur pidana maka akan ditangani Reskrim‎, jika nanti masalah dengan penipuan akan lari ke pidana umum, dan jika itu masalah korupsi maka yang menanganinya adalah Tim Tipiter atau Tipikor Polres Rokan Hulu,” ungkap AKP Edi.

‎AKP Edi mengaku sejauh ini belum ada yang melaporkan permasalahan yang terjadi di Desa Batang Kumu. Ia telah menyampaikan ke warga untuk membuat laporan resmi, sehingga dipelajari oleh pihak Kepolisian.

“Lebih baik buat laporan secara resmi, tidak harus ramai-ramai seperti ini, karena kasihan dengan ibu-ibu dan anak-anak, untuk dibawa melaksanakan aksi unjuk rasa,” kata AKP Edi. (Rpt)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.