Ir Syahruddin S.Sos, Nikmati Hidup Di Masa Pensiun, 29 Tahun Menjabat Tanpa Menyogok

PoskoNews.com – Berakhirnya pengabdian seorang pejabat sederhana dan menikmati hidup di masa pensiun adalah kebahagiaan tak terkira.

Hal itulah yang saat ini dirasakan oleh seorang laki laki gagah berkumis, yang pernah malang melintang memegang berbagai jabatan di Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau.

Dia adalah seorang putera Tambusai yang lahir di Dalu-Dalu pada 8 Mei 1961, namanya tidak asing lagi dikalangan pejabat Rohul, yaitu, Ir.Syahruddin,S.Sos seorang anak pejuang yang Ayahnya telah mendapatkan “Satya Lencana Legium Veteran Republik Indonesia”.

” Iya, pas hari ini sudah genap 100 hari saya menikmati masa pensiun, setelah 37 tahun berdinas selaku abdi negara, “kata Syahruddin kepada PoskoNews.com, Minggu (8/9/2019).

Mulai menjadi PNS sesuai SK pertamanya 1 Maret 1982 di RRI Pekanbaru dengan nama udaranya “Dino Tambusai”, berarti sudah mengabdi selama 37 tahun sebagai PNS/ASN, hal itu dibuktikan dengan telah menerima penghargaan Satya Lencana Karya Setya 10, 20 dan 30 tahun.

Maka tepat tanggal 1 Juni 2019 lalu, berakhirlah masa pengabdiannya sebagai ASN tersebut yang kita kenal dengan memasuki masa Pensiun.

Beberapa habatan yang sudah diembannya semenjak 10 September 1990 yaitu Jabatan Fungsional di RRI Pekanbaru. Mulai pindah ke Kabupaten Rokan Hulu pada 1 Oktober 2000 ditempatkan sebagai Kasubbag Pemberitaan Bagian Humas Setda Rohul.

Selanjutnya pada 11 Januari 2001 dilantik pula di Bappeda sebagai Kasi Analisa dan Penilaian, 25 Juli 2002 Kasubbid Evaluasi dan Monitoring Bappeda, 10 Mei 2005 Kasubbid Perhubungan dan Telkom Bappeda.

Kemudian pada 6 Juli 2006 kembali di percaya sebagai Kasubbid Evaluasi dan Monitoring Bappeda, 8 Oktober 2007 sebagai Kabid Penelitian di Bappeda, 27 Desember 2007 pindah tugas sebagai Kabid Bina Program pada Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya.

Akhirnya pada 13 Februari 2009 naik sebagai Sekretaris Bappelitbang (Bappeda), pada 14 Juli 2011 dilantik sebagai Sekretaris BPPDKB, dan pada 9 Januari 2012 turun menjadi Kabid Kesbang pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (katanya mungkin akibat Pilkada)

Seterusnya pada 31 Juli 2015 diangkat lagi Kabid Perdagangan Diskoperindag, 10 Januari 2017 Kabid Perdagangan pada Disperindag (perubahan nama satker), dan pada tanggal 23 Agustus 2018 dilantik sebagai Sekretaris Satpol PP dan Damkar.

Memasuki hari hari akhir memasuki masa pensiun, Syahruddin pada 5 April 2019 dinonjobkan di Bappeda atas permintaannya, karena 1 April 2019 pangkatnya sudah naik ke IV/b.

“Alhamdulillah saya pensiun dengan pangkat pengabdian IV/c. Dan selama 29 tahun memegang jabatan,” kata Syahruddin

Syahruddin menyebut belum pernah membayar atau menyogok untuk mendapatkab jabatan tersebut.

“Karena kata Ayah saya yang juga seorang imam masjid dan penceramah di Tambusai, kalau kita nyogok untuk mendapatkan jabatan, maka selama kita memegang jabatan tersebut haram uang yang kita dapatkan, itulah yang kita makan bersama isteri dan anak-anak,” ungkapnya.

Syahruddin juga bersyukur di beri dua pasang anak, yakni, Pratami Syahputri sekarang sedang kuliah S-2 di Universitas Riau jurusan Akuntansi, yang ke-2 Prayoga Syahputra kuliah di UPP, dan ketiga Prasetyo Syahputra di SMK I Rambah dan si bungsu Pratiwi Syahputri masih kelas 4 SD Islam Riadhussolihin”.

Di organisasi dia pernah sebagai pengurus Pemuda Panca Marga (PPM) di Kota Pekanbaru, KNPI Rokan Hulu dan Wakil Ketua I Pengurus Cabang PPM Kabupaten Rokan Hulu, Ketua Rohul Archery Club (RAC) organisasi panahan Kabupaten Rokan Hulu, dan anggota Laskar Shooting Club Indonesia Perbakin.

Kalau kita ke Jalan Kancil No.23 Wonosri Timur Pasir Pengaraian, kita lihat rumah tua sederhana, disanalah Syahruddin menghabiskan masa pensiun bersama istri dan anaknya.

“Rumah ini sudah lama saya beli tahun 2002 lalu dan rumah itupun rumah lama, saya jual rumah yang di Pandau Permai Pekanbaru, kemudian saya beli rumah tua ini, dan sampai sekarang belum ada dana untuk merehabnya” kata Syahruddin sambil tersenyum.

“Syukurlah rumah ini masih ada lantai, dinding, atap dan pintu serta jendela,ya jadilah tempat bernaung” lanjutnya.

Kendati sudah pensiun, Syahruddin ternyata masih mau menyumbangkan tenaga dan pikirannya untuk pembangunan di negerinya tercinta Rokan Hulu ini.

Terbukti, Syahruddin ikut andil menjadi perantara beberapa investor dari negara Sakura Jepang yang berkeinginan menanamkan investasi di daerah ini.

Syahruddin memang punya kenalan dan hibungan di Jepang, karena pernah mengikuti pelatihan dan penugasan disana.

Saat ditanya apakah punya tanah atau kebun sawit dikampungnya Tambusai sana?

“Alhamdulillah sejengkal tanahpun saya tidak punya lahan atau kebun di Tambusai dan Tambusai Utara, apa lagi kebun sawit, karena tanah nenek moyang kami sudah digarap oleh perusahaan besar,” ungkapnya.

Inilah salah seorang contoh mantan pejabat yang dimasa akhir pengabdiannya hidup sederhana semoga sampai akhir hayatnya tetap konsisten bahwa “Jangan makan yang bukan hak kita”. Aamiin YRA. (Rpt)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.