Pimpinan DPRD Rohul Dari Golkar Belum Dilantik, Kader Muda Minta Elit Duduk Bersama

PoskoNews.com – Terkait polemik belum dilantik atau diambil sumpahnya pimpinan DPRD Rokan Hulu (Rohul), Riau 2019 – 2024 dari Partai Golkar, menimbulkan gonjang ganjing politik dan menjadi bola liar yang mantul kemana mana jika tak segera diselesaikan.

Setelah salah satu organisasi pendiri Golkar Kosgoro 1957 dan Pimpinan Kecamatan (PK) Partai Golkar Rohul menpertanyakan tak kunjung dilantik atau diambil sumpahnya Pimpinan Dewan dari Partai Golkar.

Kali ini Kader muda Partai Golkar (PG)  Rohul, Wahyu Hidayat menyarankan para petinggi dan elit Partai di DPD Golkar Provinsi Riau dan DPD Rohul untuk duduk bersama.

Menurut Wahyu, DPD PG Riau dan DPD PG Rohul mestinya harus menghormati keputusan DPP PG yang sudah memutuskan nama Nono Patria Pratama untuk menduduki jabatan pimpinan DPRD Rohul dari Golkar.

“Bahkan info yang kita dengar saat DPD Rohul merekomendasikan 7 nama ke DPP, Ketua DPD Rohul berbicara bahwa siapapun diantara 7 nama yang diputuskan DPP harus dihormati, tapi kenyataannya sekarang kok beda, ” tandas Wahyu.

Disebutkan Wahyu, dengan berlarut larutnya pengambilan sumpah pimpinan DPRD Rohul dari partai Golkar, justru menimbulkan kegaduhan politik di internal kader dan simpatisan Golkar daerah ini.

Wahyu juga mensinyalir ada pihak tertentu di internal Partai Golkar yang memanfaatkan kegaduhan ini untuk kepentingan pribadi.

“Tidak ada jalan lain, semua pihak terkait di Golkar Riau dan Rohul harus segera duduk bersama menyelesaikan, bukan membiarkan hal ini menjadi berlarut larut, sehingga kita khawatirkan berimbas pada Pilkada 2020 nanti, ” tegasnya.

Wahyu juga minta petinggi Golkar terkait saat duduk bersama itu, melakukan evaluasi menyeluruh atas kinerja Petinggi DPD Golkar Rohul.

“Bukankah dulu ada janji saat Musda bahwa ketua DPD Rohul menargetkan 10 kursi Golkar di DPRD Rohul dan jika tak tercapai pihaknya siap di evaluasi ?,” tanya Wahyu.

Justru pada Pemilu April 2019 lalu, kata Wahyu, hampir 70 persen TPS yang ada, Golkar tidak punya saksi, sehingga hal itu membuat miris bagi partai sebesar Golkar. (Rpt)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.