Tuntutan Masa 3 Desa Tambusai Soal Pengurus Kopertim, Direspon Positif Pemkab Rohul

PoskoNews.com – Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, kembali digoncang aksi demonstrasi masa, Kamis (30/1/2020).

Ratusan masa dari tiga desa di Kecamatan Tambusai yakni Desa Tambusai Timur, Tingkok dan Lubuk Soting yang merupakan anggota Koperasi Sawit Timur Perkasa, berdemo ke kantor Dinas Tenaga Kerja Koperasi Rohul dan Ke Kantor Bupati Rohul.

Kedatangan masa yang berjumlah sekitar 250 Orang itu dengan membawa sejumlah poster, menuntut keadilan dan kepastian hukum terkait kepengurusan koperasi Perkasa Timur antara kepengurusan versi Porkot Lubis dan Daman Huri S.Sos

Diantara poster yang dibawa massa berisi tuntutan, “Ganti Kabid Koperasi Karena Tidak Mengetahui UU Koperasi No 25 tahun 1992”,

Selain itu ada juga poster bertulis, “Bubarkan Pengurus Porkot Lubis Karena Tidak Sesuai Dengan UU Koperasi No 25 tahun 1992”.

Tak tanggung tanggung, dalam barisan aksi masa itu dan juga turut berorasi dua tokoh warga yang juga mantan anggota DPRD Rohul, Zulkarnain SH dan Porkot Hasibuan SH MH, sekaligus sebagai penanggung jawab aksi.

Dalam tuntutannya Masa minta Pemkab Rohul Cq Dinas Koperasi Tenaga Kerja Rohul mencatatkan Pengurus Koperasi mereka sesuai dengan Rapat Anggota Luar Biasa (RALB) pada 18 September 2019 lalu yang telah memilih ketua Daman Huri.

Ratusan masa awalnya mendatangi kantor Dinas Koperasi Tenaga Kerja Rohul di KM 4 Pasir Pengaraian. Namun, mereka tidak bisa bertemu langsung dengan Kadis Koperasi Zulhendri, masa hanya diterima Kabid Koperasi, Rohadi.

“Kami menuntut agar Dinas Koperasi menerbitkan SK kepengurusan yang diketuai Daman Huri, Karena gaji koperasi masih diambil oleh kepengurusan Porkot Lubis yang dianggap tidak lagi berhak, “kata Faisal Siregar, koordinator Aksi

Merasa tak puas dengan jawaban atas tuntutan mereka, masa kemudian bergerak menuju kantor Bupati di komplek perkantoran Pemkab Rohul ingin bertemu Bupati Sukiman.

Aksi masa yang dikawal personil keamanan dari Polres Rohul, Satpol PP Rohul dan Polsek Rambah itu sempat tertahan di luar pagar, karena gerbang kantor Bupati ditutup sebelum masa datang.

Situasi sempat memanas, karena masa berkali kali berusaha menggoyang pagar gerbang dan meminta Aparat keamanan membuka gerbang.

“Bapak bapak keamanan, tolong dibuka pintu gerbangnya, karena rakyat Rohul hari ini ingin bertemu pemimpinnya, tidak akan terjadi apa apa, saya yang jamin masa tidak akan merusak, ” teriak Porkot Hasibuan SH dan Zulkarnain kepada aparat keamanan

Setelah hampir satu jam berorasi dari luar pagar, akhirnya massa ditemui oleh Sekda Rohul Abdul Haris dan Asisten III, Edi Suherman SH

Namun, kembali massa menolak berbicara dengan Sekda dan minta perundingan dilakukan di dalam kantor Bupati.

Akhirnya, perwakilan massa yakni, Faisal Siregar, Porkot Hasibuan SH, Zulkarnain SH, Lukmanul Hakim dan Maruba, diterima Sekda Abdul Haris dan Asisten III untuk mediasi.

Sekitar hampir satu jam berunding dan Mediasi, akhirnya dibuat kesepakatan yang ditanda tangani Sekda Abdul Haris, Asisten III Suherman dan perwakilan warga

Adapun poin kesepakatan itu adalah, Setelah dilakukan pencabutan surat keterangan Disnakertranskop Nomor 518 tanggal 06 November 2017 yakni menyangkut kepengurusan Porkot Lubis, maka Disnakertranskop serta perangkat  daerah terkait akan melakukan telaah dan paling lama akan disampaikan pada tanggal 13 Pebruari 2020.

Setelah kesepakatan itu dibacakan di depan ratusan massa, akhirnya massa membubarkan diri dan menaiki kenderaan nya kembali pulang ke desa masing masing

Sementara itu, Porkot Hs SH MH dan Zulkarnain SH yang dikonfirmasi PoskoNews.com usai aksi dan mediasi menyebutkan, bahwa persoalannya sebenarnya tidak rumit, jika semua prosedur dilalui, tapi mungkin, namun karena diduga ada oknum yang “bermain” sehingga nenjadi rumit.

“Pemerintah, hanya menentukan siapa antara dua versi kepengurusan yang akan menahkodai koperasi Kopertim ini, kembalikan ke aturan saja, pasti selesai, ” kata Porkot

Menurut Zulkarnain, kepengurusan Daman Huri telah mengikuti prosedural karena melalui RALB beberapa waktu lalu, dan masyarakat melihat figur Daman Huri sudah metupakan pilihan yang tepat hasil RALB itu.

“Kita lihat di masyarakat, tokoh muda Daman Huri Lubis pun sangat kompeten dalam menggelorakan semangat masyarakat tiga desa dalam membangun ekonomi, bahkan beliau selalu mengajak ke arah perubahan positif ditengah masyarakat, ” jelas Zulkarnain yang juga Politisi dan mantan  Polisi itu.

Sedangkan Daman Huri yang dihubungi PoskoNews.com usai aksi, menyatakan terima kasih kepada masyarakat tiga desa yang juga anggota Kopertim, karena hal ini adalah perjuangan atas hak dan keadilan yang ditindas.

“Kita juga mengucapkan terima kasih kepada pejabat Pemkab Rohul yang telah merespon dengan sangat baik tuntutan masyarakat ini, insya Allah hasil aksi ini positif Dan kita tinggal menunggu keputusan pada 13 Pebruari 2020 nanti, pesan says kepada kawan kawan tetap Jaga kekompakan, past nasib kita akan lebih Baik lagi, “ungkap Daman Huri (Rpt/Din)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.