Sakip Naik Level, Bupati Rohul Terima SAKIP Award 2019 Dari Menpan RB

PoskoNews.com – Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Riau, meraih penghargaaan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Award 2019 dari Kementrian Pendaya Gunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Kemen PAN RB).

Sakip Award 2019 itu diserahkan langsung oleh Men PAN RB, Tjahjo Kumolo kepada Bupati Rohul H.Sukiman,Senin (10/2/2020) Di Radisson Golf & Convention Center Batam.

SAKIP merupakan integrasi dari sistem perencanaan, sistem penganggaran, dan sistem pelaporan kinerja, yang selaras dengan pelaksanaan sistem Akuntabilitas keuangan.

SAKIP juga merupakan amanat dari PP No 8 tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan kinerja instansi pemerintah dan Perpres No 29 tahun 2014 tentang sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.

Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan oleh Kemen PAN RB terhadap Sakip Pemkab Rohul, Negeri berjuluk Seribu Suluk ini mendapat nilai 60,93 atau dengan predikat penilaian B, naik dari tahun sebelumnya yaitu CC.

Bupati Rohul Sukiman menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih setinggi tinggi nya kepada seluruh tim yang telah bekerja keras sehingga dapat meningkatkan prestasi dari tahun sebelumnya.

“Hasil ini adalah bentuk komitmen Pemkab Rohul untuk selalu mengevaluasi kinerja OPD setiap tahun sehingga akan semakin efektif, efisien, dalam melaksanakan tupoksi dan memanfaatkan anggaran yang ada,” kata Sukiman kepada Pers Usai menetima Sakip Awsrd tersebut didampingi Inspektur Inspektirat Rohul, H Helfiskar SH MH dan Kepala Bappeda Rohul Nifzar SP, M.Si.

Disebutkannya, Bappeda dan Inspektorat, selaku leading sektor penyusunan LKJ LP diinstruksikan untuk selalu mendampingi OPD dalam menjaga komitmen kinerja

“Kedepan kita berupaya untuk selalu meningkatkan prestasi dan komitmen sehingga penilaian Kemenpan RB dapat ditingkatkan pada tahun selanjutnya, ” kata Sukiman.

Sementara itu Kepala Bappeda Rohul, Nifzar menyebutkan, ada 17 OPD Rohul yang menjadi penilaian Kemen PAN RB untuk Sakip 2019.

“Ada 23 program yang di eliminasi dari semula 233 program menjadi 210, sedangkan jumlah kegiatan yang di eliminasi sebanyak 50 kegiatan, awalnya 1092 kegiatan menjadi 1042,” kata Nifzar kepada PoskoNews.com, Senin malam (10/2/2020)

Dijelaskan Nifzar, dengan adanya eliminasi sejumlah program dan kegiatan itu, terjadi efisiensi angggaran sebesar Rp.15,9 Miliar lebih atau dengan total Rp.15.977.706.450.

Nifzar berharap melalui Evaluasi menilai tingkat Akuntabilitas atau pertanggung jawaban atas hasil (outcome) terhadap penggunaan anggaran untuk terwujudnya pemerintahan berorientasi kepada hasil (result oriented government) serta memberikan saran perbaikan yang diperlukan. (Rpt)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.