IMPRINT: Pameran Dox Thrash, Black Life, dan American Culture dipamerkan di African American Museum di Philadelphia hingga 4 Agustus

FILADELPHIA (WPVI) — Museum Afrika Amerika di Philadelphia (AAMP) merayakan seniman Philadelphia dan pembuat grafis terkenal, yang juga membantu merintis teknik baru untuk proses tersebut.

Pameran tersebut diberi nama IMPRINT: Dox Thrash, Black Life, dan American Culture.

“Ini memberikan gambaran sekilas tentang kehidupan Dox Thrash,” kata Dejay B. Duckett, Wakil Presiden Layanan Kuratorial untuk Museum Afrika Amerika di Philadelphia.

Dia mengatakan nama pameran tersebut mengacu pada bagaimana seni Thrash “membekas di Philadelphia, dan bangsanya.”

Ia lahir di Georgia pada tahun 1893, dan datang ke utara saat remaja sebagai bagian dari Migrasi Besar Pertama.

“Dia masih sangat muda dan memiliki keberanian untuk menegaskan dirinya sebagai seorang seniman,” kata Duckett. “Dia mulai mengambil kelas malam di Institut Seni Chicago.”

Dia menunda studinya selama Perang Dunia I.

“Bertarung dalam perang sebagai Prajurit Kerbau, resimen serba hitam,” katanya. “Dan kemudian dia mulai bepergian.”

Dia mengatakan saat bepergian, dia adalah bagian dari aksi vaudeville Black dan semua pengalaman hidup ini berdampak pada karyanya.

Dia menetap di Philadelphia pada tahun 1926.

“Dan saat itulah dia terjun ke dunia seni grafis,” kata Duckett.

Hampir 100 karyanya dipamerkan, sebagian besar berupa cetakan.

Ada beberapa aquatint dan mezzotint karborundum.

Duckett mengatakan proses pembuatan grafis carborundum mezzotint, “adalah sesuatu yang ia rintis,” saat tinggal di sini di Philadelphia.

“Tetapi kami juga memiliki beberapa cat air dan karya di atas kanvas yang jarang terlihat, yang dibuat pada usia lanjut,” katanya. “Potongan-potongan ini memiliki kualitas Afro-futuristik yang nyata.”

Ada beberapa bagian untuk dijelajahi, termasuk potret, di mana pengunjung dapat melihat karya berjudul Standing Tall.

Lukisan alam benda, kehidupan kerja, musikalitas, serta pemandangan kota dan lanskap juga ditonjolkan.

Duckett mengatakan Thrash adalah “ahli garis dan menciptakan nada suara dalam karyanya.”

“Dan dia membuat buku harian visual,” katanya. “Semua bagian dari kepribadiannya masuk ke dalam karya seninya.”

Duckett mengatakan ketika pengunjung datang ke museum, dia berharap pameran ini menawarkan perspektif baru terhadap karya Thrash.

IMPRINT: Dox Thrash, Black Life, dan American Culture ditayangkan hingga 4 Agustus.

IMPRINT: Dox Thrash, Black Life, dan Budaya Amerika | Tiket

701 Jalan Lengkung Philadelphia, PA 19106

215-574-0380

Hak Cipta © 2024 WPVI-TV. Seluruh hak cipta.

Sumber