11 orang meninggal, 35 orang hilang akibat tanah longsor di Indonesia

Oleh Kantor Berita AFP &nbsp8 Juli 2024 | 03:28 siang Waktu Pasifik

11 orang meninggal, 35 orang hilang akibat tanah longsor di Indonesia

Tim penyelamat mencari korban selamat di sebuah desa yang dilanda tanah longsor di Kabupaten Tana Toraja, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia, 15 April 2024. Foto oleh Badan SAR Nasional (BASARNAS)

Setidaknya 11 orang tewas dan 35 lainnya hilang setelah hujan lebat menyebabkan tanah longsor di dekat tambang emas ilegal di pulau Sulawesi, Indonesia, kata seorang pejabat Senin.

Tambang tanpa izin banyak ditemui di seluruh kepulauan Asia Tenggara yang kaya akan mineral, di mana lokasi yang terbengkalai menarik penduduk setempat yang memburu sisa bijih emas tanpa peralatan keselamatan yang memadai.

Tanah longsor melanda sebuah desa terpencil di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo Sabtu malam setelah hujan deras, menewaskan sedikitnya 11 orang dan meninggalkan lebih dari dua lusin orang yang masih hilang.

“Sepuluh orang meninggal. Yang selamat meningkat signifikan dari lima menjadi 20 orang,” kata Kepala Badan SAR Daerah Heriyanto, yang hanya dipanggil satu nama.

Ia menambahkan bahwa satu orang meninggal lainnya belum dievakuasi dari lokasi bencana — dan karenanya tidak termasuk dalam jumlah korban tewas — dan 35 orang masih hilang.

Jumlah orang hilang meningkat karena semakin banyak keluarga yang melaporkan kerabatnya tidak ditemukan, kata Heriyanto.

Beberapa korban adalah penambang sementara yang lainnya adalah orang-orang yang mengoperasikan kios di dekat tambang.

“Ada juga yang membuka kios di sana. Tidak semuanya warga sekitar,” kata petugas penyelamat.

Beberapa jembatan di daerah itu runtuh dan tim penyelamat harus melakukan perjalanan ke lokasi bencana dengan berjalan kaki karena medan yang sulit, katanya.

Setidaknya 180 orang telah dikerahkan sebagai bagian dari operasi penyelamatan, termasuk petugas polisi dan tentara, tambahnya.

Indonesia rawan longsor selama musim hujan antara November dan April, tetapi Juli biasanya musim kemarau dan hujan lebat jarang terjadi.

Pada bulan Mei, setidaknya 15 orang meninggal setelah tanah longsor dan banjir di Provinsi Sulawesi Selatan menyapu puluhan rumah dan merusak jalan.

Tanah longsor di provinsi yang sama bulan sebelumnya menewaskan 20 orang.



Sumber