Indonesia akan tawarkan 12 proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi kepada investor | INSIDER

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) siap menawarkan 12 proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) kepada investor, dengan total kebutuhan investasi sebesar US$2,16 miliar (Rp35,19 triliun).

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menegaskan komitmen pemerintah untuk menarik investasi di sektor panas bumi. Kementerian tengah giat mengidentifikasi proyek-proyek potensial untuk mempercepat pengembangannya.

“Fokus utama kami adalah pada sumber energi beban dasar, jadi baik panas bumi maupun tenaga air terbuka untuk investasi,” kata Eniya dalam sidang di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Jakarta pada Selasa, 9 Juli 2024.

12 proyek yang sedang dipertimbangkan adalah:

  • Unit Dasar Lahendong 1: 15 MW;
  • Ulubelu Skala Kecil: 30 MW;
  • Unit Dasar Lumut Balai 1 dan 2: 20 MW untuk kogenerasi;
  • Panas Bumi Lahendong Tahap 7 dan 8: 2×20 MW;
  • Sarula Tahap 2 (Sibual-bual): 50 MW;
  • Ijen Fase 2: 30 MW;
  • Salak Tahap 7: 55 MW;
  • Ulumbu: 30 MW;
  • Candradimuka: 40 MW;
  • Bukit Daun: 30 MW;
  • Klabat Wineru: 40 MW;
  • Hu'u Daha: 60 MW.

Potensi panas bumi dan kedudukan global

Indonesia merupakan rumah bagi 40 persen cadangan panas bumi dunia, yang menempatkannya sebagai pemain utama dalam energi panas bumi.

Pada tahun 2020, Indonesia memiliki kapasitas tenaga panas bumi terbesar kedua di dunia, dengan 2.133 MW, yang berkontribusi 3,01 persen terhadap jaringan listrik nasional. Amerika Serikat memimpin dengan 3.714 MW, diikuti oleh Filipina di posisi ketiga dengan 1.918 MW.

Kapasitas tenaga panas bumi global mencapai 15.608 MW pada akhir tahun 2020. Namun, pandemi telah memperlambat kemajuan dalam pengeboran, konstruksi, dan penempatan tenaga kerja.

Target dan rencana masa depan

Kementerian ESDM menargetkan tercapainya kapasitas pembangkit listrik tenaga panas bumi sebesar 9,3 GW pada tahun 2035.

Untuk memaksimalkan potensi tersebut, ada rencana pembentukan perusahaan holding panas bumi milik negara yang terdiri dari PT Petro Geothermal Energy, PT PLN Gas and Geothermal, dan PT Geo Dipa Energi.

Prakarsa ini menggarisbawahi komitmen Indonesia untuk memanfaatkan sumber daya panas bumi dan memperkuat sektor energi terbarukannya.

Sumber