Menteri Luhut Beri Sinyal Pembatasan BBM Bersubsidi

TEMPO.COBahasa Indonesia: JakartaMenteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah tengah mengkaji upaya mengatasi pemborosan anggaran, termasuk langkah-langkah peningkatan efisiensi penggunaan anggaran. bahan bakar bersubsidi.

“Kita targetkan 17 Agustus mulai berlaku, supaya jumlah penerima subsidi (BBM) yang tidak berhak berkurang,” kata Luhut dalam video yang diunggah di akun Instagram resminya @luhut.pandjaitan, Kamis, 9 Juli.

Ia menekankan perlunya menekan pemborosan anggaran dalam upaya menjaga anggaran negara tetap stabil dan berimbang. Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa proyeksi defisit anggaran negara tahun 2024 diperkirakan akan melampaui target. Defisit ini sebagian disebabkan oleh pajak penghasilan perusahaan dari perusahaan komoditas yang lebih rendah dari perkiraan seiring turunnya harga.

Meski rincian mengenai rencana pembatasan subsidi bahan bakar masih belum jelas, Luhut mengonfirmasi bahwa raksasa minyak dan gas milik negara, PT.Pertamina, sedang mengembangkan skema tersebut.

Upaya oleh Tempo untuk menghubungi Corporate Communication Manager PT.Pertamina Patra Niaga, Heppy Wulansari, guna melakukan konfirmasi, tidak berhasil pada saat berita ini diterbitkan.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan subsidi dan kompensasi energi akan meningkat tahun ini. Kenaikan ini disebabkan oleh fluktuasi Harga Minyak Mentah Indonesia (ICP), nilai tukar rupiah, serta kenaikan volume LPG dan listrik bersubsidi. Proyeksi ini disampaikan dalam rapat dengan Badan Anggaran pada 8 Juli lalu.

Hingga semester I-2024, Sri memaparkan subsidi dan kompensasi energi mencapai Rp155,7 triliun, turun 3,8% dibanding periode yang sama tahun 2023 yang mencapai Rp161,9 triliun. Namun, angka tersebut belum termasuk kompensasi dan potensi penyesuaian berdasarkan realisasi subsidi dan kompensasi sepanjang tahun.

Realisasi subsidi dan kompensasi BBM pada semester I-2024 mencapai sekitar 7,164 juta kiloliter (KL), meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2023 sebesar 7,167 juta KL. Realisasi ini mengalami kenaikan tipis sebesar 0,05%.

RIRI RAHAYU | ANNISA FEBIOLA

Pilihan Editor: Menteri ESDM Bicara Soal Harga BBM Nonsubsidiberas meningkat

klik disini untuk mendapatkan berita terbaru dari Tempo di Google News



Sumber