Sumarwan mengatakan, dia adalah satu dari dua orang di kawasan Jakarta Utara yang mampu memberikan layanan pijat ternak pada hari raya besar kalender Islam.

Salon sapi miliknya terletak di dalam jalan bawah tanah yang telah menjadi pasar ternak sementara, tempat para penjual memperdagangkan ratusan sapi dan kambing.

Saat truk dan trailer melintas di jalan tol, hewan-hewan tersebut tampak tidak merasa terganggu.

Namun lokasi pasar ini ideal meski macet, kata Sumarwan, terlindung oleh jalan layang dari panas tropis Jakarta dan hujan deras.

“Salah satu syarat sapi yang akan dikurbankan adalah hewan tersebut harus dalam keadaan sehat,” imbuhnya.

Untuk sapi yang terlihat tidak sehat, Sumarwan mengoleskan balsem yang biasanya diperuntukkan bagi manusia.

“SESUATU YANG UNIK”

Pasar darurat ini adalah salah satu dari banyak pasar yang tersebar di Jakarta yang menjual hewan untuk ritual umat Islam, ketika ternak disembelih dan dagingnya dibagikan kepada orang miskin.

Kastono, bos Sumarwan, sudah 15 tahun menjalankan usaha kurban dengan mendatangkan hewan ternak dari Jawa Tengah untuk dijual di Jakarta.

“Tahun ini kami mendatangkan 50 ekor sapi dan 120 ekor kambing. Biasanya kami mulai berjualan 25 hari menjelang Idul Adha,” kata Kastono yang mempekerjakan 10 orang pekerja.

Seekor sapi dengan berat 250kg dapat dijual antara 20 juta rupiah dan 27,5 juta rupiah (US$1.225 dan US$1.685), menurut istri Kastono, Meta.

Dan menjaga hewan tetap sehat dan bahagia adalah penting bagi bisnis.

Sumber