Pembangkit listrik tenaga nuklir masuk dalam rencana umum kelistrikan Indonesia tahun 2033 | INSIDER

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mengumumkan masuknya pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) dalam Rencana Umum Ketenagalistrikan (RUKN) Indonesia tahun 2033, yang menandai babak baru dalam pembangkitan listrik di tanah air.

“RUKN kita sudah menyatakan nuklir bisa masuk pada 2033,” kata Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi dalam diskusi panel menjelang COP-29 di Jakarta, Rabu, 10 Juli 2024.

Eniya menyebutkan, dirinya telah beberapa kali berdiskusi soal energi nuklir dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Diskusi terutama difokuskan pada masalah keselamatan, kesiapan teknologi, dan sumber daya manusia yang dibutuhkan untuk mengelola pembangkit listrik tenaga nuklir.

“Menteri Luhut masih perlu memastikan terkait keselamatan dan personel yang menangani, tapi regulasinya sudah kami siapkan,” kata Eniya.

Pemerintah juga sedang membahas pembentukan Organisasi Pelaksana Program Energi Nuklir (NEPIO) untuk mengawasi pelaksanaan pembangkit listrik tenaga nuklir.

Kementerian ESDM baru-baru ini merilis peraturan baru tentang Tim Persiapan Pembentukan NEPIO, sebagaimana dituangkan dalam Keputusan Menteri No. 34.K/HK.02/MEM/2024.

Peraturan ini memperbarui Keputusan Menteri sebelumnya 250.K/HK.02/MEM/2021 tentang tim persiapan NEPIO, memastikan kepatuhan terhadap persyaratan IAEA untuk membangun pembangkit listrik tenaga nuklir.

Eniya menegaskan bahwa energi nuklir, bersama dengan hidrogen, amonia, dan sumber energi baru lainnya, masuk dalam Rancangan Undang-Undang Energi Baru dan Terbarukan (RUU EBET). RUU EBET telah diserahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) kepada pemerintah pada 14 Juni 2022.

RUU EBET merupakan inisiatif DPR yang diprioritaskan untuk dibahas dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Tahun 2022 berdasarkan Keputusan DPR Nomor 8/DPR RI/II/2021-2022.

Langkah strategis ini menggarisbawahi komitmen Indonesia untuk mendiversifikasi sumber energi dan memajukan program energi nuklirnya untuk memenuhi permintaan energi masa depan sambil memastikan keselamatan dan kesiapan teknologi.

Sumber