Bank-bank di Indonesia tengah menikmati periode peningkatan modal Tier 1, didukung oleh periode pertumbuhan ekonomi yang kuat dan lingkungan operasi yang stabil. Fitch Ratings menaikkan peringkat lingkungan operasi bank di negara ini menjadi BB+ pada bulan Mei tahun ini, dan memperkirakan profitabilitas akan meningkat di tahun-tahun mendatang.

Optimisme tersebut tercermin dalam posisi pemberi pinjaman Indonesia dalam peringkat 1000 Teratas, karena banyak yang telah bangkit kembali dari penurunan modal Tier 1 dalam peringkat tahun lalu.

Ke-26 bank Indonesia dalam pemeringkatan tahun ini mengalami peningkatan modal inti. Persentase peningkatan terbesar berasal dari Citibank Indonesia, bank anak perusahaan milik asing, yang naik peringkat ke posisi ke-14. Sementara modal inti meningkat 24,22 persen, bank tersebut juga mengalami penurunan aset terbesar, yaitu turun 10,78 persen.

Dari bank-bank domestik di negara ini, peningkatan terbesar berasal dari Bank Tabungan Negara, yang mengalami peningkatan modal Tier 1 sebesar 22,97 persen. Bank ini naik 60 peringkat ke posisi 611 dalam peringkat tahun ini.

Di tingkat negara, lima bank teratas di Indonesia tetap sama seperti tahun lalu, dengan Bank Rakyat Indonesia bertahan di posisi teratas. Namun, sisa dari 10 bank teratas naik satu peringkat dari hasil tahun lalu, berkat MUFG Jakarta, yang menempati posisi kelima pada tahun 2023, tidak muncul dalam pemeringkatan tahun ini karena kurangnya data.

BRI turun satu peringkat dalam Top 1000 ke posisi 110, meskipun mengalami peningkatan modal Tier 1 sebesar 5,82 persen. Bank Mandiri, pemberi pinjaman terbesar kedua di negara ini, naik 11 peringkat ke posisi 120, berkat peningkatan modal Tier 1 sebesar 18,35 persen. Bank ini mengalami peningkatan laba sebelum pajak terbesar dari bank-bank domestik, dengan mencatat kenaikan sebesar 35,18 persen.

Dalam peringkat kinerja terbaik, Bank Central Asia kembali menjadi yang teratas di negara ini tahun ini, dengan bank tersebut menempati posisi pertama dalam metrik pertumbuhan, profitabilitas, laba atas risiko, likuiditas, dan kesehatan. Namun, bank tersebut berada di posisi kelima dalam kualitas aset.

Bank Mandiri menempati posisi kedua dalam tabel kinerja terbaik, naik satu peringkat dibandingkan hasil tahun lalu, yakni peringkat pertama untuk efisiensi operasional dan kualitas aset.

BRI berada di posisi ketiga dalam peringkat dengan kinerja terbaik, dengan posisi kedua dalam pengembalian risiko dan efisiensi operasional sebagai skor tertingginya. Bank Negara Indonesia, yang naik satu peringkat tahun ini ke posisi keempat, melihat posisi tertingginya dalam metrik dengan kinerja terbaik berada pada kategori kualitas aset dan likuiditas, yang keduanya berada di posisi kedua. Bank Pan Indonesia, yang berada di posisi kelima dalam tabel dengan kinerja terbaik, berada di posisi pertama untuk metrik leverage.

Sumber