Presiden Indonesia mengusulkan penerapan kembali kebijakan kredit macet di era COVID

Jakarta: milik Indonesia Presiden telah mengusulkan penerapan kembali kebijakan era COVID yang melonggarkan aturan kredit mengenai kredit macet bagi bank sebagai cara untuk mempertahankan likuiditas di tengah arus keluar modal, kata kepala menteri ekonomi negara itu setelah rapat kabinet pada hari Senin.

Menteri Airlangga Hartarto mengatakan usulan Presiden Joko Widodo dimaksudkan untuk menambah likuiditas perbankan dan menangkal dampak repatriasi dana investor dari Indonesia.

“Hal ini akan mengurangi kewajiban bank untuk menutup kerugian,” ujarnya seraya menambahkan usulan tersebut akan diberikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selaku regulator.

Nilai tukar rupiah telah jatuh ke posisi terendah dalam empat tahun terhadap dolar karena perubahan prospek kebijakan moneter AS dan kekhawatiran investor terhadap sikap fiskal pemerintah Indonesia yang akan datang.

Kebijakan kredit memungkinkan bank untuk menghindari membuat ketentuan untuk pinjaman yang memburuk selama pandemi virus corona. Relaksasi sempat berakhir pada Maret 2024 setelah beberapa kali diperpanjang.

Jumlah pinjaman yang direstrukturisasi telah turun secara signifikan menjadi 228 triliun rupiah ($13,91 miliar) pada bulan Maret dari 830 triliun rupiah pada bulan Oktober 2020.

Rasio kredit bermasalah (NPL) bruto sektor perbankan sedikit meningkat menjadi 2,33% pada akhir April dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 2,25%, menurut data OJK. ($1 = 16.390.0000 rupiah).

Diterbitkan 24 Juni 2024, 09:36 IST

Sumber