Presiden Jokowi pertimbangkan penundaan pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Nusantara: laporan

Presiden Indonesia Joko Widodo mengisyaratkan bahwa rencana pemindahan ibu kota baru tahun ini dapat ditunda, Bloomberg Technoz melaporkan pada hari Selasa.

Keputusan presiden yang akan menunjuk Nusantara, nama ibu kota baru yang sedang dibangun dari awal di tengah hutan Kalimantan, dapat dikeluarkan sebelum atau sesudah Oktober tergantung pada situasi di lapangan, kata Technoz, mengutip Jokowi, demikian sebutan presiden tersebut.

“Kita tidak mau memaksakan sesuatu yang belum siap. Jangan dipaksakan. Kita perlu melihat perkembangan di lapangan,” kata Jokowi seperti dikutip dalam laporan tersebut.

Penundaan pemindahan ibu kota baru akan memperburuk keraguan bahwa proyek real estate tersebut dapat terlaksana, terutama karena belum ada investor asing yang datang. Meskipun pemerintah telah menawarkan berbagai insentif, ibu kota baru tersebut baru memperoleh total investasi sebesar 49,6 triliun rupiah (US$3 miliar), yang semuanya berasal dari perusahaan lokal dan lembaga milik negara.

Pihak berwenang di kota itu mengatakan bahwa pendanaan dalam negeri hanya mampu menutupi 20 persen dari total biaya.

Pemandangan pembangunan ibu kota baru Indonesia, Nusantara, di Sepaku, provinsi Kalimantan Timur, Indonesia pada Maret 2023. Foto: Reuters

Komentar Jokowi juga berbeda dari sikap optimisnya sebulan lalu, saat pemimpin Indonesia itu mengatakan berencana mulai bekerja dari ibu kota baru paling cepat bulan Juli. Komentar itu juga muncul sebulan setelah kepala dan wakil kepala badan yang mengawasi pembangunan mengundurkan diri, sehingga menimbulkan ketidakpastian lebih lanjut atas penyelesaian proyek.

Pembangunan Nusantara melibatkan lima fase, dengan proyek yang dijadwalkan selesai pada tahun 2045. Pada saat itu, pemerintah bermaksud memindahkan sekitar 1,9 juta orang dari ibu kota Jakarta saat ini untuk mengurangi kemacetan.

Bloomberg Technoz merupakan kemitraan antara PT Berita Mediatama Indonesia milik Mayapada Group dan Bloomberg Media Group, divisi Bloomberg LP, induk Bloomberg News.

Sumber