Tim penyelamat mencari puluhan orang yang terkubur dalam tanah longsor di Indonesia yang menewaskan sedikitnya 11 orang

JAKARTA, Indonesia — Petugas penyelamat mencari puluhan orang hilang pada hari Selasa, menggali berton-ton lumpur dan puing-puing yang ditinggalkan oleh tanah longsor yang melanda wilayah penambangan emas tradisional tanpa izin di pulau Sulawesi, Indonesia, dan menewaskan sedikitnya 11 orang.

Lebih dari 100 penduduk desa sedang menggali butiran emas pada hari Minggu di desa terpencil dan berbukit Bone Bolango ketika berton-ton lumpur jatuh dari bukit-bukit di sekitarnya dan mengubur kamp darurat mereka, kata Heriyanto, kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan provinsi.

Menurut data yang dirilis kantornya pada hari Selasa, sekitar 46 penduduk desa berhasil menyelamatkan diri dari tanah longsor, sekitar 23 orang berhasil diselamatkan oleh tim penyelamat, termasuk 18 orang yang terluka, dan 11 jenazah berhasil ditemukan, termasuk tiga wanita dan seorang anak laki-laki berusia 4 tahun. Para pejabat merevisi jumlah korban tewas sebelumnya yang berjumlah 12 setelah menemukan bahwa salah satu korban tewas terdaftar dua kali. Sekitar 51 orang lainnya masih hilang, katanya.

Juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana Abdul Muhari mengatakan hujan deras yang mengguyur wilayah pegunungan tersebut sejak Sabtu lalu memicu tanah longsor dan tanggul jebol, sehingga mengakibatkan banjir hingga atap rumah di lima desa di Bone Bolango, yang merupakan bagian dari wilayah pegunungan di Provinsi Gorontalo. Hampir 300 rumah terdampak dan lebih dari 1.000 orang mengungsi demi keselamatan.

Pihak berwenang mengerahkan lebih dari 200 penyelamat, termasuk personel polisi dan militer, dengan peralatan berat untuk mencari korban tewas dan hilang dalam operasi penyelamatan yang terhambat oleh hujan lebat, tanah yang tidak stabil, dan medan hutan yang terjal, kata Afifuddin Ilahude, seorang pejabat penyelamat setempat.

“Dengan banyaknya korban hilang dan beberapa daerah terpencil masih belum dapat dijangkau, jumlah korban tewas kemungkinan akan bertambah,” kata Ilahude, seraya menambahkan bahwa anjing pelacak juga dikerahkan dalam pencarian.

Video yang dirilis oleh Badan Pencarian dan Penyelamatan Nasional menunjukkan petugas penyelamat menggunakan peralatan pertanian dan terkadang tangan kosong, menarik tubuh yang berlumuran lumpur dari lumpur tebal sebelum memasukkannya ke dalam kantong hitam untuk dibawa dan dimakamkan.

Dalam foto yang dirilis oleh Badan SAR Nasional Indonesia dan...

Dalam foto yang dirilis oleh Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) ini, tim penyelamat bersiap menuju lokasi tanah longsor yang menewaskan sejumlah orang, di Suwawa, Pulau Sulawesi, Indonesia, Senin, 8 Juli 2024. Tanah longsor yang dipicu oleh hujan deras tersebut menghantam operasi penambangan emas tanpa izin di Pulau Sulawesi, Indonesia, dan menewaskan sejumlah penambang, kata sejumlah pejabat pada Senin. Kredit: AP/BASARNAS

Hujan muson menyebabkan tanah longsor dan banjir bandang yang sering terjadi di Indonesia, negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau tempat jutaan orang tinggal di daerah pegunungan atau dekat dataran banjir.

Operasi penambangan informal lazim dilakukan di Indonesia, yang memberikan mata pencaharian yang tidak menentu bagi ribuan orang yang bekerja dalam kondisi berisiko tinggi mengalami cedera serius atau kematian. Tanah longsor, banjir, dan runtuhnya terowongan hanyalah beberapa bahaya yang dihadapi para penambang. Sebagian besar pemrosesan bijih emas melibatkan merkuri dan sianida yang sangat beracun dan para pekerja sering kali menggunakan sedikit atau tidak ada perlindungan sama sekali.

Kecelakaan besar terakhir terkait pertambangan di negara ini terjadi pada bulan April 2022, ketika tanah longsor menghantam tambang emas tradisional ilegal di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, menewaskan 12 wanita yang sedang mencari emas.

Pada bulan Februari 2019, sebuah bangunan kayu darurat di tambang emas ilegal di provinsi Sulawesi Utara runtuh akibat pergeseran tanah dan banyaknya lubang tambang. Lebih dari 40 orang terkubur dan meninggal.

Sumber