Menentukan budaya perusahaan selama proses wawancara adalah langkah penting untuk memastikan bahwa Anda akan berkembang dan bahagia dalam peran baru Anda.

Budaya perusahaan mencakup nilai-nilai, norma, dan praktiknya, dan penting untuk memastikan apakah hal-hal tersebut sejalan dengan tujuan pribadi dan profesional Anda. Untuk membantu Anda membuat keputusan, berikut lima teknik efektif untuk dipertimbangkan.

1. Amati Lingkungan dan Dinamika Wawancara

Dari saat Anda masuk ke dalam gedung (atau bergabung dalam rapat virtual), Anda dapat mengumpulkan petunjuk halus tentang budaya organisasi. Perhatikan bagaimana Anda disambut dan diperlakukan oleh semua orang, bukan hanya manajer perekrutan. Jika Anda melakukan wawancara secara langsung, perhatikan tata letak dan suasana kantor. Apakah karyawan berinteraksi dan berkolaborasi, atau apakah mereka tampak terisolasi dan asyik dengan tugas mereka sendiri? Misalnya, jika Anda melihat ruang terbuka dengan area kerja kolaboratif dan karyawan terlibat dalam diskusi yang hidup, ini mungkin menunjukkan budaya yang menghargai kerja tim dan komunikasi terbuka. Sebaliknya, kantor yang lebih tersegmentasi dengan pintu tertutup mungkin menunjukkan budaya yang mengutamakan pekerjaan individu dan privasi.

2. Ajukan Pertanyaan Langsung Tentang Nilai dan Praktik

Penting untuk mengetahui misi perusahaan dan bagaimana misi tersebut diwujudkan dalam operasi sehari-hari. Misalnya, Anda mungkin bertanya, “Dapatkah Anda menjelaskan proyek terbaru yang mencerminkan nilai-nilai inti perusahaan?” atau “Bagaimana perusahaan mendukung pengembangan dan pertumbuhan profesional?” Respons yang Anda terima dapat memberikan wawasan berharga tentang seberapa dalam nilai-nilai ini tertanam dalam operasional organisasi. Jika manajer perekrutan dapat dengan mudah memberikan contoh bagaimana karyawan mewujudkan nilai-nilai perusahaan dalam pekerjaan mereka, hal ini menunjukkan adanya budaya yang kuat dan didorong oleh nilai. Di sisi lain, jawaban yang tidak jelas atau umum mungkin menunjukkan bahwa nilai-nilai perusahaan lebih merupakan slogan pemasaran daripada pengalaman hidup.

3. Evaluasi Pewawancara

Orang-orang yang melakukan wawancara Anda adalah perwakilan dari budaya perusahaan. Amati perilaku, gaya komunikasi, dan sikap mereka. Apakah mereka antusias dan bersemangat dengan pekerjaan mereka? Apakah mereka tampak benar-benar tertarik pada Anda sebagai pribadi dan profesional? Misalnya, jika pewawancara mengajukan pertanyaan yang melampaui resume Anda, seperti pertanyaan tentang hobi, minat, dan cara Anda menangani situasi kerja tertentu, hal ini menunjukkan budaya yang menghargai pribadi seutuhnya, bukan hanya keterampilan profesional yang Anda berikan. . Selain itu, jika mereka berbicara secara positif tentang pengalaman mereka dan masa depan perusahaan, ini merupakan pertanda baik dari lingkungan kerja yang sehat dan positif.

4. Minta Tur ke Kantor

Melihat ruang kerja dan tindakan karyawan dapat memberikan gambaran yang lebih konkrit tentang budaya perusahaan. Selama tur, amati tata ruang kantor, aturan berpakaian, dan interaksi antar karyawan. Misalnya, jika Anda memperhatikan area pertemuan informal, aturan berpakaian yang santai, dan karyawan berbaur dengan bebas, hal ini menunjukkan budaya kerja yang santai dan fleksibel. Sebaliknya, lingkungan yang lebih formal dengan karyawan yang mengenakan pakaian bisnis dan lebih sedikit interaksi informal mungkin menunjukkan budaya yang lebih tradisional dan terstruktur. Selain itu, perhatikan fasilitas atau fasilitas apa pun yang ditawarkan, seperti ruang istirahat, program kesehatan, atau ruang sosial, yang juga dapat mencerminkan komitmen organisasi terhadap kesejahteraan karyawan dan keseimbangan kehidupan kerja.

5. Mintalah Umpan Balik dari Karyawan Saat Ini atau Mantan

Meskipun proses wawancara dapat memberikan wawasan yang berharga, mendapatkan sudut pandang orang luar dapat membantu Anda membentuk pandangan yang lebih komprehensif. Hubungi karyawan saat ini atau mantan karyawan di situs jaringan profesional seperti LinkedIn dan tanyakan tentang pengalaman mereka. Misalnya, Anda mungkin bertanya, “Apa yang paling Anda nikmati saat bekerja di perusahaan?” atau “Tantangan apa yang Anda hadapi terkait budaya perusahaan?” Umpan balik yang jujur ​​dari karyawan dapat mengungkap kekuatan dan potensi kelemahan budaya organisasi.

Jika banyak karyawan menyoroti aspek-aspek positif seperti kolaborasi tim yang kuat, manajemen yang suportif, dan peluang untuk berkembang, hal ini memperkuat kesan lingkungan kerja yang sehat. Sebaliknya, masukan negatif yang terus-menerus mengenai isu-isu seperti tingginya turnover, kurangnya dukungan, atau buruknya keseimbangan kehidupan kerja bisa menjadi tanda bahaya.

Dengan menggabungkan kelima pendekatan ini, Anda dapat memberikan gambaran rinci tentang budaya perusahaan dan membuat keputusan yang tepat tentang apakah budaya tersebut selaras dengan nilai-nilai dan tujuan karier Anda. Misalnya, saat wawancara di perusahaan rintisan teknologi, Anda mungkin mengamati tata ruang kantor terbuka dengan ruang kolaboratif, bertanya tentang proyek inovatif terkini, memperhatikan bahwa pewawancara bersemangat dengan pekerjaan mereka, mengikuti tur yang memperlihatkan pakaian kasual dan suasana yang hidup, dan mendengar dari karyawan saat ini tentang tantangan menarik dan peluang pertumbuhan yang mereka alami. Semua elemen ini secara bersama-sama akan menunjukkan budaya yang dinamis, inovatif, dan berpusat pada karyawan.

Sebaliknya, jika Anda melakukan wawancara di perusahaan yang lebih tradisional, Anda mungkin memperhatikan kantor swasta, aturan berpakaian formal, dan proses wawancara terstruktur yang hanya berfokus pada kualifikasi profesional Anda. Tur mungkin mengungkapkan lingkungan kerja yang lebih tenang dan tersegmentasi, dan umpan balik dari karyawan mungkin menekankan stabilitas dan jalur karier jangka panjang. Hal ini menunjukkan budaya yang menghargai tradisi, struktur, dan komitmen jangka panjang.

Pada akhirnya, kunci untuk memastikan budaya perusahaan selama wawancara adalah dengan bersikap jeli, mengajukan pertanyaan yang bijaksana, dan mencari berbagai perspektif. Dengan melakukan hal ini, Anda dapat memastikan bahwa Anda memilih tempat kerja di mana Anda tidak hanya akan sukses secara profesional tetapi juga menikmati dan merasa puas dalam kehidupan kerja Anda.

Sumber