Anak-anak berpartisipasi dalam lokakarya bertema buku.  (KEMENTERIAN KEBUDAYAAN, OLAHRAGA DAN PARIWISATA)

Anak-anak berpartisipasi dalam lokakarya bertema buku. (KEMENTERIAN KEBUDAYAAN, OLAHRAGA DAN PARIWISATA)

Pemerintah mengadakan serangkaian acara untuk mempromosikan industri penerbitan Korea di Prancis bersamaan dengan Olimpiade Paris 2024 mendatang, yang menampilkan pameran, sesi bincang-bincang, dan banyak lagi.

Kementerian Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata serta Badan Promosi Industri Publikasi Korea (KPIPA) menyelenggarakan empat acara terkait pasar penerbitan Korea di Prancis, mulai bulan ini dan berlangsung hingga Oktober. Ada juga diskusi buku yang diadakan dari Selasa hingga Jumat.

Sebuah pameran berlangsung dari bulan Juni hingga Agustus, dengan ceramah dari penulis Korea dijadwalkan pada bulan Agustus dan pameran budaya dijadwalkan pada bulan Oktober.

Pameran yang menampilkan 110 buku besar Korea dimulai di Pusat Kebudayaan Korea di Prancis minggu lalu dengan tema “K-Book: The Origin of K-Culture,” yang menampilkan para pemenang Korea Picture Book Award 2023 yang baru didirikan. Ini mencakup buku bergambar tanpa kata, karya sastra Korea yang diterbitkan di Perancis dan novel web yang menginspirasi webtoon dan drama.

Anak-anak berpartisipasi dalam lokakarya bertema buku.  (KEMENTERIAN KEBUDAYAAN, OLAHRAGA DAN PARIWISATA)

Anak-anak berpartisipasi dalam lokakarya bertema buku. (KEMENTERIAN KEBUDAYAAN, OLAHRAGA DAN PARIWISATA)

Bagian buku bergambar akan menampilkan delapan karya pemenang penghargaan dari Korea Picture Book Award, seperti “The Disappeared Dinner” (diterjemahkan) (2022) oleh Kwon Jung-min dan “A Round of Tightrope Walking” (diterjemahkan) (2022) oleh Min Ha.

Pameran sastra Korea ini akan menampilkan 38 karya terjemahan, termasuk “I Do Not Bid Farewell” (2021) karya Han Kang, peraih Émile Guimet Prize untuk Sastra Asia 2024 dan Prix Médicis étranger 2022. Tiga belas web novel yang telah diubah menjadi webtoon dan drama, seperti “What's Wrong with Secretary Kim?” (2013) oleh Jeong Gyeong-yun dan “Semantic Error” (2018) oleh Jeo Suri, juga akan dipamerkan.

Serangkaian sesi temu sapa dengan empat penulis Korea juga dimulai pada hari Selasa dan akan berlangsung hingga hari Jumat.

Pameran ini mengusung tema “K-Book: The Origin of K-Culture.”  (KEMENTERIAN KEBUDAYAAN, OLAHRAGA DAN PARIWISATA)

Pameran ini mengusung tema “K-Book: The Origin of K-Culture.” (KEMENTERIAN KEBUDAYAAN, OLAHRAGA DAN PARIWISATA)

Sesi ini akan berlangsung di delapan tempat berbeda di sekitar jalan-jalan Paris, termasuk toko buku Gros Calin dan Libellule et Coccinelle, perpustakaan Bibliothèque Louise Michel dan Perpustakaan Universitas Bahasa & Peradaban (BULAC), museum La Maison des histoires dan Musée de poche serta sekolah Sekolah Dasar Armand Silvestre dan Sekolah Swasta Gerson. Sesinya akan mencakup berbagai acara untuk anak-anak setempat.

Keempat penulis tersebut akan berkumpul dengan penulis Perancis Adrien Parlange dan Marie Caudry untuk mendalami lebih dalam dunia buku dan cerita di BULAC pada hari Jumat.

Acara tambahan akan berlangsung pada 6 dan 7 Agustus di Korea House Olimpiade Paris yang menampilkan penulis Korea. Acara “K-Expo” yang berfokus pada budaya Korea akan berlangsung pada bulan Oktober, menurut Kementerian Kebudayaan.

“Seiring dengan meningkatnya minat global terhadap buku-buku Korea, memperluas jumlah pembaca internasional, kami bertujuan untuk menampilkan pesona buku Korea yang tak terbatas kepada pembaca Eropa melalui Olimpiade Paris, sebuah festival olahraga dan budaya,” kata Kim Yong-sup, direktur jenderal Buku Korea. Divisi Kebijakan Media Kementerian Kebudayaan. “Ini akan membuka babak baru bagi penerbitan Korea di panggung dunia.”

OLEH KIM MIN-YOUNG (kim.minyoung5@joongang.co.kr)



Sumber