© Januari / Adobe Stock

© Januari / Adobe Stock

Indonesia meluncurkan lelang minyak dan gas pertamanya tahun ini dengan menawarkan lima blok pada hari Selasa, sementara pemerintah berjanji untuk meningkatkan eksplorasi dalam upaya membalikkan penurunan produksi di negara yang pernah menjadi eksportir minyak bersih.

“Untuk memenuhi kebutuhan migas, Indonesia saat ini memfokuskan upaya eksplorasi cekungan migas mengingat Indonesia masih menyimpan banyak cadangan migas yang belum dimanfaatkan,” kata Menteri Energi Arifin Tasrif pada konferensi tahunan Indonesia Petroleum Association tempat peluncuran lelang tersebut.

Dari 128 cekungan hidrokarbon, 68 diantaranya masih belum dieksplorasi, katanya.

Di antara lokasi yang ditawarkan pada hari Selasa adalah blok darat Pesut Mahakam di provinsi Kalimantan Timur dengan perkiraan sumber daya sebesar 1,1 triliun kaki kubik gas, dan blok eksplorasi Andaman Tengah dengan perkiraan sumber daya sebesar 100 juta barel minyak dan 500 miliar kaki kubik gas, energi. kata pejabat senior kementerian Dadan Kusdiana, Selasa.

Blok Melati di Sulawesi, yang memiliki lapangan darat dan lepas pantai dengan perkiraan sumber daya gas sebesar 4,7 triliun kaki kubik dan 850 juta barel minyak, juga diikutsertakan dalam pengumuman lelang.

Pemerintah berencana menawarkan hingga sepuluh blok baru pada tahun 2024, kata seorang pejabat awal tahun ini, yang berpotensi mencakup blok gas di wilayah utara Sumatera.

Indonesia pada hari Selasa juga menandatangani kontrak bagi hasil dengan Petronas Malaysia untuk blok Bobara di Papua Barat dan amandemen kontrak untuk blok Ketapang di lepas pantai Jawa dengan Petronas dan mitranya. Total komitmen investasi gabungan untuk kedua kontrak tersebut adalah sekitar $97 juta.

(Reuters – Laporan Fransiska Nangoy, Bernadette Christina Munthe; Penyuntingan oleh John Mair dan Sonali Paul)

Sumber