Asosiasi Industri Pertambangan Nasional (IMA) Indonesia mengatakan produsen dalam negeri mungkin akan gagal mencapai target produksi batubara tahun ini karena kelebihan pasokan yang terus berlanjut di pasar global.

Indonesia kemungkinan tidak akan memenuhi target produksi batubara pada tahun 2024 (Foto: Reuters)
Indonesia kemungkinan tidak akan memenuhi target produksi batubara pada tahun 2024 (Foto: Reuters)

Jakarta (VNA) – Asosiasi Industri Pertambangan Nasional (IMA) Indonesia mengatakan bahwa produsen dalam negeri mungkin akan gagal mencapai target produksi batubara tahun ini karena kelebihan pasokan yang terus berlanjut di pasar global.

Berbicara pada konferensi pers, Ketua Eksekutif IMA Hendra Sianadia mengatakan target pemerintah pada tahun 2024 tidak mungkin tercapai. Produksi batubara pada kuartal pertama tahun ini tertinggal dari tahun-tahun sebelumnya, seiring dengan kelebihan pasokan global dan rendahnya permintaan ekspor, sehingga menyebabkan penurunan harga batubara dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Produsen batubara dalam negeri juga memperkirakan bahwa output akan menurun secara berurutan dalam dua tahun ke depan, dengan output diperkirakan mencapai 917,16 juta ton pada tahun 2025 dan 902,97 juta ton pada tahun 2026.

Indonesia telah memproduksi 138 juta ton batu bara dalam tiga bulan pertama tahun 2024, sekitar 24% lebih rendah dibandingkan 183 juta ton yang diproduksi pada periode yang sama tahun lalu. Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, hingga saat ini total produksi batu bara dalam negeri mencapai 297,46 juta ton atau setara dengan 32% target nasional tahun ini. Sedangkan penjualan batu bara mencapai 279,21 juta ton pada kuartal I.

Sesuai rencana kerja dan APBN, perusahaan produksi batubara perlu mencapai output sebesar 922,14 juta ton untuk memenuhi target tahun 2024./.

Sumber