Beranda News Paus Fransiskus Merencanakan Kunjungan ke Indonesia, Kata Menteri

Paus Fransiskus Merencanakan Kunjungan ke Indonesia, Kata Menteri

2
0

JAKARTA (Reuters) – Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi pada hari Rabu mengatakan Paus Fransiskus merencanakan kunjungan ke negara berpenduduk mayoritas Muslim dan diskusi sedang berlangsung dengan Vatikan mengenai perjalanan tersebut.

“Ya, Paus Fransiskus berencana mengunjungi Indonesia. Kami sedang mempersiapkan semuanya sekarang,” kata Retno kepada Reuters, namun tidak menyebutkan jangka waktunya.

Menteri Luar Negeri Vatikan Uskup Agung Paul Gallagher dalam sebuah wawancara bulan lalu dengan majalah Jesuit Amerika mengatakan Paus Fransiskus berencana mengunjungi Indonesia, Singapura, Timor Timur, Papua Nugini pada awal September, dan mungkin Vietnam.

Vatikan belum memastikan tanggal kunjungannya ke Asia, yang akan menjadi salah satu perjalanan paling berat bagi Paus Fransiskus, yang berusia 87 tahun dan kesehatannya buruk akhir-akhir ini, sehingga memaksanya untuk membatalkan beberapa acara termasuk beberapa acara Paskah minggu lalu.

Laporan media Indonesia, mengutip Menteri Agama, mengatakan Paus Fransiskus akan berkunjung pada bulan September.

Indonesia adalah negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia dan 8 juta umat Katolik di negara ini mewakili sekitar 3% dari total populasi sekitar 270 juta orang.

Foto yang Harus Anda Lihat

Seorang perempuan Masyarakat Adat Maka merias wajah sebelum melakukan protes untuk pemulihan tanah leluhur di Asuncion, Paraguay, Rabu, 28 Februari 2024. Pemimpin Mateo Martinez mengecam negara bagian Paraguay yang membangun jembatan di tanah mereka di Bartolome, El Chaco. de las Casas, departemen Presidente Hayes.  (Foto AP/Jorge Saenz)

Filipina dan Timor Timur adalah satu-satunya negara mayoritas Katolik di Asia.

Indonesia telah dikunjungi oleh dua Paus sebelumnya. Pertama, Paus Paulus VI dalam perjalanan ke Jakarta tahun 1970 dan tahun 1989, Paus Yohanes Paulus II mengunjungi Jakarta dan empat kota lainnya.

(Laporan Ananda Teresia dan Stefanno Sulaiman di Jakarta dan Alvise Armellini di Roma; Editing oleh Martin Petty)

Hak Cipta 2024 Thomson Reuters.

Source link
1712151190