Setelah beroperasi penuh, total kapasitas proyek ini akan mencapai 5GW dari kapasitas produksi tahunan mulai dari wafer hingga modul. Pabrik yang terintegrasi secara vertikal akan berlokasi di Kabupaten Batang di provinsi Jawa Tengah. Namun perusahaan tidak membeberkan teknologi apa yang akan diproduksi di pabrik Indonesia tersebut.

Investasi pada pabrik tenaga surya akan melebihi US$500 juta dan mencakup lebih dari 40 hektar lahan.

“Tata letak yang terintegrasi di seluruh rantai industri sangat penting bagi SEG untuk mematuhi standar rantai pasokan yang mematuhi hukum. Melalui koordinasi hulu dan hilir, SEG memastikan penyediaan produk ramah lingkungan yang bersih dan dapat dilacak untuk pasar di Amerika Serikat, Eropa, dan Indonesia, sehingga memfasilitasi transisi global menuju energi ramah lingkungan dan rendah karbon,” kata Jun Zhuge, pendiri dan COO dari SEG Solar.

Sel yang diproduksi di pabrik di Indonesia akan memasok pabrik perakitan modul global milik perusahaan dengan pabrik di Tiongkok, Thailand, dan Amerika Serikat.

Di negara asalnya, perusahaan saat ini sedang membangun pabrik perakitan modul tunnel oxide passivated contact (TOPCon) berkapasitas 2GW di Texas yang diharapkan dapat beroperasi tahun ini. Tahun lalu, SEG Solar menyelesaikan pendanaan untuk pabrik perakitan modul dengan investasi lebih dari US$60 juta.

Pada akhir tahun ini, produsen PV surya ini bertujuan untuk mencapai kapasitas tahunan sebesar 5,5 GW modul di seluruh pabriknya.

Ini merupakan perkembangan manufaktur terbaru di Indonesia dimana produsen PV Gstar berkantor pusat di Singapura baru-baru ini memulai pembangunan pabrik wafer silikon 3GW. Pabrik tersebut diharapkan mulai berproduksi pada akhir tahun 2024.

Sumber