Grup Axiata yang berbasis di Malaysia mencapai perjanjian tidak mengikat dengan konglomerat Indonesia Sinar Mas untuk menjajaki merger bisnis lokal masing-masing XL Axiata dan Smartfren, membenarkan laporan yang beredar bulan lalu.

Dalam pernyataan bersama, perusahaan menjelaskan rencana transaksi tersebut masih dalam tahap evaluasi awal, dengan rencana Axiata dan Sinar Mas menjadi pemegang saham pengendali bersama di entitas baru yang diberi nama MergeCo.

Memorandum of Understanding (MoU) yang tidak mengikat ini akan menjajaki potensi rencana bisnis, alasan merger, penciptaan nilai bagi pemegang saham, uji tuntas, dan kesepakatan mengenai persyaratan-persyaratan utama.

Nilai finansial dari kesepakatan potensial tidak diungkapkan, meskipun dilaporkan bernilai sekitar $3,5 miliar.

Axiata dan Sinar Mas menambahkan kesepakatan yang diperdebatkan ini dimaksudkan untuk membentuk penyedia layanan telekomunikasi yang lebih kuat di Indonesia dan diharapkan dapat menyatukan kompetensi, pengetahuan pasar, dan keahlian telekomunikasi dari kedua pihak untuk “menghasilkan nilai yang signifikan”.

Jika pembentukan MergeCo berhasil, entitas baru ini akan memiliki basis pelanggan gabungan hampir 100 juta pelanggan.

Sinar Mas menjalankan salah satu kerajaan bisnis terbesar di Indonesia, yang beroperasi antara lain di bidang pertambangan, pulp dan kertas, serta real estate.

Sumber