JAKARTA (Reuters): Bank sentral Indonesia akan menggunakan seluruh instrumen moneternya untuk menstabilkan mata uang rupiah, kata Deputi Gubernur Destry Damayanti dalam sidang parlemen pada hari Selasa, setelah mata uang tersebut mencapai level terendah baru dalam empat tahun.

Rupiah menyentuh 16.300 per dolar pada hari Selasa sebelumnya, yang merupakan nilai terlemah sejak tahun 2020, sebelum mengurangi beberapa kerugian. Mata uang ini berada di bawah tekanan dalam beberapa hari terakhir karena reaksi investor terhadap data AS yang mungkin berdampak pada dimulainya pelonggaran moneter Federal Reserve.

“Bank Indonesia akan mengoptimalkan seluruh instrumen moneter yang kita miliki untuk menstabilkan nilai tukar rupiah,” kata Destry dalam sidang.

Hal tersebut mencakup intervensi mata uang di pasar spot valuta asing dan pasar non-deliverable forward domestik, serta pembelian obligasi pemerintah oleh BI yang dijual oleh investor asing jika diperlukan, dan tindakan lainnya, katanya.

BI melakukan kenaikan suku bunga secara mengejutkan pada bulan April sebagai respons terhadap melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Mereka mempertahankan suku bunga kebijakan tidak berubah pada bulan Mei, dengan menyatakan bahwa suku bunga berada pada tingkat yang cukup untuk menjaga inflasi tetap dalam target dan menangkal inflasi impor.

(Laporan Ananda Teresia; Editing oleh John Mair) – Reuters

Sumber