Beranda News Pengonversi sepeda listrik tidak puas dengan penggerak kendaraan listrik di Indonesia

Pengonversi sepeda listrik tidak puas dengan penggerak kendaraan listrik di Indonesia

4
0

Ketika Presiden Joko Widodo, yang dikenal sebagai Jokowi, memenangkan pemilu kembali pada tahun 2019, ia membayangkan Indonesia sebagai raksasa kendaraan listrik (EV). Sebagai langkah awal, sebagian kecil dari 125 juta armada sepeda motor terdaftar di nusantara—

dipertimbangkan

Data sepeda motor
Laporan pasar kendaraan roda dua di Indonesia
Baca selengkapnya




dipertimbangkan


Data sepeda motor
Laporan pasar kendaraan roda dua di Indonesia


yang terbesar ketiga di dunia—akan diubah menjadi kendaraan listrik. Atau, setidaknya, itulah rencananya.

Ketika pemimpin berusia 62 tahun itu mendekati akhir masa jabatan keduanya, hanya sedikit dari visi ini yang terwujud karena birokrasi dan birokrasi yang rumit.

perencanaan yang buruk

Ken
Indonesia memberikan diskon E2W untuk percobaan kedua setelah kegagalan awal
Baca selengkapnya




perencanaan yang buruk


Ken
Indonesia memberikan diskon E2W untuk percobaan kedua setelah kegagalan awal


. Jalan menuju tujuan ambisiusnya baru muncul pada bulan Maret lalu dalam bentuk subsidi yang ditujukan untuk mengkonversi 50.000 kendaraan roda dua konvensional sebelum akhir tahun 2023. Namun, masih sedikit lagi yang bisa dicapai.

180

Katadata
Laporan konversi sepeda motor listrik di Indonesia
Baca selengkapnya




180


Katadata
Laporan konversi sepeda motor listrik di Indonesia


telah mendapatkan kehidupan kedua yang dialiri listrik pada bulan Januari tahun ini.

Akibatnya, selusin bengkel konversi kendaraan listrik bersertifikat—yang didirikan untuk memanfaatkan perkiraan lonjakan belanja Indonesia guna mengembangkan pasar domestik kendaraan tanpa emisi—keberhasilannya sudah di depan mata. Investasi mereka dalam pelatihan dan peralatan tidak banyak menunjukkan hasil.

“Tahun ini hidup atau mati,” kata Putu Kurniawan, pemilik bengkel konversi kendaraan listrik Volto Mechanix yang berbasis di Bali. Ken. “Jika tidak berhasil, kami akan beralih ke hal lain.”

Pemerintah berharap dapat melampaui negara tetangga seperti Thailand, yang memiliki industri otomotif yang lebih maju, dengan memberikan insentif kepada masyarakat Indonesia untuk menggunakan kendaraan bertenaga baterai—baik sepeda motor maupun roda empat. Langkah pertama adalah memanfaatkan cadangan nikel negara untuk memproduksi dan menjual baterai kendaraan listrik di dalam dan luar negeri.

Namun insentif disusun sedemikian rupa sehingga gagal membangkitkan antusiasme terhadap kendaraan listrik. Subsidi yang dikeluarkan pada tahun 2023 tersedia untuk rumah tangga berpendapatan rendah dan usaha kecil. Namun, penerima diharuskan membayar seluruh biaya di muka—kira-kira 20 juta rupiah (US$1.260), setara dengan skuter baru—sebelum menerima penggantian biaya di kemudian hari.

Para peneliti dari sebuah lembaga pemikir energi yang berbasis di Jakarta mencatat hasil akhirnya

“mengecewakan”

Jakarta Post
Laporan program sepeda motor Indonesia
Baca selengkapnya




“mengecewakan”


Jakarta Post
Laporan program sepeda motor Indonesia


upaya untuk mendapatkan subsidi.

Source link
1712122137