Peningkatan berat badan yang nyata atau perubahan komposisi tubuh mungkin merupakan tanda Anda perlu lebih banyak bergerak

Mengidentifikasi gaya hidup yang tidak banyak bergerak dan menyadari perlunya lebih banyak bergerak dapat meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan secara keseluruhan secara signifikan. Pada artikel ini, kami membagikan daftar tanda-tanda yang mungkin menunjukkan bahwa Anda perlu lebih banyak bergerak dan tetap aktif.

Berikut sepuluh tanda Anda perlu lebih banyak bergerak:

1. Kelelahan yang terus-menerus

Merasa lelah dan lesu sepanjang hari meski tidur cukup. Gabungkan aktivitas fisik singkat, seperti berjalan kaki atau peregangan, ke dalam rutinitas harian Anda. Usahakan untuk melakukan olahraga sedang setidaknya 30 menit hampir setiap hari dalam seminggu.

2. Pertambahan berat badan

Peningkatan berat badan yang nyata atau perubahan komposisi tubuh. Mulailah program olahraga teratur yang mencakup latihan kardiovaskular dan latihan kekuatan. Gabungkan ini dengan diet seimbang untuk mengatur berat badan secara efektif.

3. Kekakuan otot dan nyeri sendi

Mengalami rasa kaku, terutama di pagi hari atau setelah duduk dalam waktu lama. Lakukan latihan peregangan setiap hari dan lakukan aktivitas seperti yoga atau Pilates untuk meningkatkan fleksibilitas dan kesehatan sendi.

4. Postur tubuh yang buruk

Membungkuk, bahu membulat, atau postur kepala ke depan. Lakukan latihan yang memperkuat otot punggung dan inti. Latih ergonomi yang baik di ruang kerja Anda dan istirahatlah secara teratur untuk berdiri dan melakukan peregangan.

5. Perubahan suasana hati dan masalah kesehatan mental

Meningkatnya perasaan cemas, depresi, atau mudah tersinggung. Aktivitas fisik dapat meningkatkan endorfin dan meningkatkan mood. Bertujuan untuk berolahraga secara teratur, seperti berjalan kaki, jogging, atau kelas kebugaran kelompok, untuk meningkatkan kesehatan mental.

6. Sering sakit

Peningkatan kerentanan terhadap pilek, flu, dan infeksi lainnya. Aktivitas fisik sedang dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh. Lakukan olahraga teratur untuk meningkatkan mekanisme pertahanan tubuh Anda.

7. Kualitas tidur yang buruk

Kesulitan tertidur, tetap tertidur, atau bangun dengan perasaan tidak segar. Aktivitas fisik yang teratur dapat meningkatkan kualitas tidur. Hindari olahraga berat menjelang waktu tidur; sebaliknya, pilihlah aktivitas santai seperti jalan-jalan sore yang santai.

8. Tingkat energi yang rendah

Merasa lesu dan kekurangan energi untuk tugas sehari-hari. Aktivitas fisik meningkatkan tingkat energi dengan meningkatkan kesehatan jantung dan aliran oksigen. Gabungkan olahraga teratur ke dalam rutinitas Anda untuk meningkatkan energi.

9. Sesak napas

Menjadi mudah kehabisan napas atau sesak napas dengan sedikit tenaga. Lakukan latihan kardiovaskular seperti berjalan kaki, bersepeda, atau berenang untuk meningkatkan kapasitas paru-paru dan kebugaran secara keseluruhan.

10. Meningkatnya keinginan terhadap makanan yang tidak sehat

Sering mengidam makanan manis, asin, atau tinggi lemak. Olahraga dapat membantu mengatur nafsu makan dan mengurangi nafsu makan. Gabungkan aktivitas fisik dengan diet seimbang yang kaya buah-buahan, sayuran, protein tanpa lemak, dan biji-bijian.

Kiat umum untuk memasukkan lebih banyak gerakan:

  • Mulailah dengan tujuan kecil yang dapat dicapai dan secara bertahap tingkatkan intensitas dan durasinya.
  • Gunakan pelacak kebugaran atau aplikasi untuk memantau tingkat aktivitas dan tetap termotivasi.
  • Pilih aktivitas yang Anda sukai untuk membuat olahraga lebih menarik.
  • Jadikan aktivitas fisik sebagai bagian rutin dari rutinitas harian Anda.
  • Berolahragalah dengan teman atau bergabunglah dengan kelompok agar tetap termotivasi dan bertanggung jawab.

Dengan mengenali tanda-tanda ini dan menerapkan strategi ini, Anda dapat mengatasi gaya hidup yang tidak banyak bergerak serta meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan Anda secara keseluruhan.

Penafian: Konten ini termasuk saran hanya memberikan informasi umum. Ini sama sekali bukan pengganti opini medis yang berkualitas. Selalu berkonsultasi dengan dokter spesialis atau dokter Anda untuk informasi lebih lanjut. NDTV tidak bertanggung jawab atas informasi ini.

Sumber